25 Safar 1441 :: 24 October 2019

Peringatan Syubhat Seputar Hadits “Walaupun Dia Memukul Punggungmu dan Mengambil Hartamu”

Diposting : 15 Muharram 1441 H / View : 984x

Peringatan Syubhat Seputar Hadits Walaupun Dia Memukul Punggungmu dan Mengambil Hartamu-Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, serta shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, dan para sahabatnya, wa ba’du:

Telah datang dalam kitab Shahih Muslim pada hadits Hudzaifah bin Al-Yaman -radhiayyallahu anhu- tentang fitnah dan apa yang diwajibkan atas seorang muslim tatkala fitnah itu terjadi, khususnya apa yang terjadi dari sebagian para pemimpin kaum muslimin berupa ketidakadilan dan kedzaliman, hingga Nabi -shallahu alaihi wasallam- berkata dalam hadits ini : “Engkau dengar dan ta’at kepada pemimpin walaupun ia memukul punggungmu dan mengambil hartamu“.

Maka Hadits ini dipermasalahkan oleh sebagian saudara-saudara kita, sampai mereka mengatakan tentang hadits ini: “Bahwasanya hadits ini hanya diarahkan untuk individu yang berada dilingkungan Arab yang tidak suka patuh dan menolak kedzholiman”. Dan kemungkinan hal itu akan mengantar kepada penolakan untuk taat kepada pemerintah dengan cara yang ma’ruf atau mendatangkan perpecahan atau bahkan sampai kepada peperangan.

Dan mereka pun menafsirkan hadits itu tidak sesuai maknanya, karena mereka memalingkan maknanya dari zhahirnya. Dan ketika mereka dibantah pada hal itu maka mereka pun menyandarkan ini (tafsir mereka pen,-) kepada Al-Imam An-Nawawy. Dan ketika kami muroja’ah syarah beliau terhadap kitab Sahih Muslim pada hadits ini kami mendapati beliau berkata dalam syarah hadits Hudzaifah -radhiyallahu anhu- tatkala beliau berkata kepada Rosulullah -shallahu alaihi wa sallam- : “Apa saya perbuat wahai Rosulullah jika saya mendapati hal itu, yakni apa yang akan terjadi dari ketidakadilan dan kedzaliman para penguasa ?” Beliau berkata : “Engkau dengar dan taat kepada penguasa walaupun ia memukul punggungmu dan mengambil hartamu”. Berkata An-Nawawy: “Walaupun ia memukul punggungmu” secara dzalim, “dan ia mengambil hartamu” tanpa haq, dengan mabninya fi’il/kata kerja pasif pada dua tempat, dan kedua (kata kerja ini pen,-) adalah syarat jawabanya yaitu: “maka dengar dan taatlah” kepadanya pada hal yang bukan maksiat -selesai perkataan Al-Nawawy-.

Ini adalah konteks syarah An-Nawawy terhadap hadits ini tatkala beliau menjelaskan hadits ini sesuai dengan dzahir dan madlul hadits, dan Beliau tidaklah menafsirkan seperti apa yang saudara-saudara kita tafsirkan.

Dan Hadits ini serta hadits-hadits yang semisalnya terkandung padanya pokok agung dari pokok-pokok keyakinan Ahlussunnah wa Jama’ah dalam hal wajibnya bersama jama’ah kaum muslimin dan bersabar terhadap ketidakadilan dan kedzaliman mereka agar tercipta dari hal itu maslahat-maslahat yang sangat besar berupa terjaganya darah kaum muslimin, terjaganya kehormatan, keamanan, dan stabilitas mereka. Dan maslahat-maslahat ini melebihi dari banyaknya apa yang mereka dapatkan dari bersabar dari kedzaliman penguasa dzalim itu dan lebih bahaya dari itu bahaya memberontak dan “memecah tongkat ketaatan’.

Dan ini adalah dari (kaedah fiqhiyyah pen,-) “irtikab akhaf adh-dhararain / menempuh yang paling ringan dari dua mudhorot “, untuk mencegah mudhorot yang paling besar. Dan ini adalah kaedah agung dari kaedah-kaedah Islam. Dan untuk memperingatkan apa yang terjadi pada perkara ini dari kesalahan sebagian saudara maka saya tulis ini.

Ditulis oleh

Shalih bin fawzan Al-Fawzan
(Anggota hai’ah kibar ulama)
07-07-1433 H

Sumber : https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/13975

Subscribe

Ikuti terus manfaat di Alfawzan.Net dengan berlangganan artikel via email dibawah ini. Jangan lupa cek email Anda untuk menyetujui layanan ini.