25 Rabi I 1441 :: 22 November 2019

Hukum dan Hikmah Puasa Asyura

Diposting : 08 Muharram 1441 H / View : 352x Tags: ,

Hukum dan Hikmah Puasa AsyuraPertanyaan:

Apa hukum menyendirikan puasa Asyura, dan apakah diharuskan berpuasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya, dan apa hikmah dari hal tersebut ?

Jawaban: 

Ibnul Qoyyim -rahimahullah- dalam kitabnya Zad Al-Ma’ad Fi Hadyi Khair Al-Ibaad menyebutkan, bahwa berpuasa hari Asyura ada 3 cara :
1. Cara pertama, dan ini adalah cara yang paling afdholnya, yaitu : berpuasa tiga hari sekaligus ; hari ke 9,10, dan 11.
2. Kemudian diikuti (cara kedua pen,-) yaitu: brerpuasa hari ke 9 dan ke 10
3. Kemudian diikuti (cara ketiga pen,-) yaitu: berpuasa hari ke 10 dan ke 11.

Seluruhnya -alhamdulillah- terdapat keutamaan yang agung. Dan apabila ia hanya menyendirikan hari Asyura dan ia berpuasa padanya (hari ke 10 pen,-) saja maka ini boleh, akan tetapi Nabi -shallahu alaihi wa sallam- bersabda: (Selisihilah orang-orang Yahudi), karena Yahudi berpuasa pada hari Asyura saja, dan mereka mengatakan: “Hari Asyura adalah hari yang Allah muliakan padanya Musa dan kaumnya, dan padanya Allah membinasakan Fira’un dan kaumnya”, maka mereka pun berpuasa pada hari Asyura, maka Nabi -shallahu alaihi wa sallam- bersabda: Kami lebih berhak (untuk mengikuti pen,-)  Musa daripada mereka. Maka Nabi -shallahu alaihi wa sallam berpuasa Asyuro’ dan memerintahkan untuk berpuasa Asyuro bersama hari sebelumnya dan hari setelahnya untuk menyelisihi Yahudi.

Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/15869

Subscribe

Ikuti terus manfaat di Alfawzan.Net dengan berlangganan artikel via email dibawah ini. Jangan lupa cek email Anda untuk menyetujui layanan ini.