1 Rabi II 1439 :: 19 December 2017

Salafy, Hakekat dan Karakteristiknya (2)

Diposting : 16 Rabiul Akhir 1436 H / View : 3208x Tags:

Salafy, Hakekat dan Karakteristiknya_2Ajaran mereka yang kedua, mereka berkata kepada manusia bahwa ilmu itu bukanlah didapatkan dengan belajar, tapi ilmu itu akan datang kepadamu dengan langsung jika kamu bersungguh-sungguh dalam ibadah. Allah akan bukankan pintu untukmu tanpa kamu belajar. Ini adalah kesesatan, semoga Allah melindungi kita darinya. Hendaknya kita mewaspadai dari hal yang seperti ini. Ilmu itu dengan belajar, tidak akan mungkin bisa mendapatkan ilmu tanpa belajar kepada para ahli ilmu dan pengetahuan, menuntut ilmu kepada para ulama.

Berilmu sebelum berkata dan beramal, sebagaimana disebutkan oleh Imam Bukhari rahimahullâh dalam Shahih Al-Bukhari, ‘Bab: Berilmu Sebelum Berkata dan Beramal’, kemudian beliau menyebutkan ayat,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

“Maka ketahuilah/berilmulah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” [Muhammad: 19]

“…ketahuilah/ berilmulah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah…”, engkau belajar agar berilmu terlebih dahulu kemudian setelah itu engkau memohon ampunan, barulah beramal setelah berilmu, sehingga harus dengan ilmu, yaitu dalil yang mengantarkan kepada Allah Subhânahu wa Ta’âlâ. Allah telah menurunkan Kitab dan mengutus seorang Rasul kepada kita untuk membimbing kita kepada jalan yang benar, (jalan) yang harus kita tempuh, itulah ilmu yang bermanfaat dan amalan shalih. Allah Jalla wa ‘Ala telah berfirman,

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ

Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar. [At-Taubah: 33]

“… petunjuk (Al-Quran)…”, inilah ilmu yang benar, dan “… agama yang benar.”, inilah amalan shalih. Sehingga haruslah dengan mengumpulkan dua perkara, ilmu yang bermanfaat dan amalan shalih. Inilah yang datang dengannya Rasulullah shallallâhu ‘alahi wa sallam, beliau tidaklah datang hanya dengan membawa ilmu semata tanpa amalan, dan tidak pula datang hanya dengan amalan tanpa ilmu, namun dua perkara yang harus bergandengan semuanya, haruslah dengan amalan yang tegak di atas ilmu dan petunjuk. Dan juga haruslah bagi seorang yang berilmu mengamalkan ilmunya, jika tidak demikian maka ilmu yang tidak diamalkan dan (juga) seorang yang beramal tidak di atas ilmu, (maka) kedua jenis ini semuanya akan binasa, kecuali bagi yang memiliki ilmu yang bermafaat dan amalan shalih, dengan inilah Allah mengutus Nabi-Nya shallallâhu ‘alaihi wa sallam, dan inilah salafiyyah yang benar, inilah karakteristik salafush shalih: ilmu yang bermanfaat dan amalan shalih, inilah karakteristik salafush shalih.

Dan, salaf itu artinya adalah orang-orang yang telah berlalu.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ

Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami. [Al-Hasyr: 10]

Tatkala Allah menceritakan para shahabat Al-Muhajirin dan Al-Anshar dalam surat Al-Hasyr, Allah berfirman,

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, ‘Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami’, disebut dengan,  “…dan saudara-saudara kami …”, yaitu, “…yang telah beriman lebih dulu dari Kami…”, mendahului dengan apa? “…yang telah beriman lebih dulu dari Kami dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami …”, kedengkian dan kebencian, “… kepada orang-orang yang beriman…”, maka bagi yang membenci orang-orang terdahulu dari kalangan shahabat Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, juga membenci generasi yang memiliki keutamaan, itu adalah orang yang dimurkai Allah dengan kemurkaan pada dirinya dan amalannya bagaikan debu yang berterbangan, karena ia tidak tegak di atas petunjuk.

Dan amalan itu hanyalah diterima dengan dua syarat:

Syarat pertama, amalan tersebut ikhlash berharap wajah Allah.

Syarat kedua, amalan tersebut benar sesuai dengan tuntunan sunnah Rasulullah.

Allah berfirman,

بَلَى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ

Bahkan, barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah. [Al-Baqarah: 112]

“… yang menyerahkan diri kepada Allah”, ini adalah keikhlasan, berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya, dan dialah ‘muhsin’, yaitu yang mengikuti Rasul shallallâhu ‘alaihi dan meninggalkan segala perkara bid’ah dan perkara baru dalam agama, namun beramal hanya dengan sunnah Rasul shallallâhu ‘alaihi wa sallam.

فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

Inilah manhaj salaf, yang bersumber dari Al-Kitab dan Sunnah. Sehingga jangan kau katakan, darimana sumber manhaj salaf? Saya tidak tahu darimana sumber referensi manhaj salaf?! Wahai saudaraku, Al-Kitab dan Sunnah dengannyalah kamu akan mengenal manhaj salaf. Dan juga tidak bisa kamu mengambil Al-Kitab dan Sunnah kecuali melalui perantara para ulama yang kokoh ilmunya. Haruslah seperti ini, maka bagi yang ingin berjalan di atas manhaj salaf haruslah ia komitmen di atas ketentuan syar’i seperti ini, jika tidak seperti itu maka seperti yang terjadi sangat banyak pada hari-hari ini yang mengklaim dirinya di atas manhaj salaf akan tetapi mereka di atas kesesatan dan kesalahan yang fatal, namun mereka sandarkan semua itu kepada manhaj salaf. Oleh karena itulah orang-orang kafir dan munafikin serta orang-orang yang berpenyakit hatinya mencela para salafy. Segala kejelekan, segala kebrutalan dan kerusakan, dan musibah mereka katakan itulah orang-orang salafy.

Yang seperti ini, salafiyyah berlepas diri darinya dengan sejauh-jauhnya. Dan juga salaf berlepas diri darinya, bukanlah manhaj salaf yang seperti itu, tetapi manhaj kesesatan walaupun bernama manhaj salaf. Harus dibedakan antara penamaan dan hakikat, karena jika hanya sekadar penamaan namun tidak pada hakikatnya ini bukanlah seorang salafy, dan salaf justru berlepas diri darinya. Manhaj salaf dengan ilmu yang bermanfaat dan amalan yang shalih serta hubungan persaudaraan di atas agama Allah, saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, inilah manhaj salafush shalih. Barangsiapa yang berpegang teguh dengannya, ia akan selamat dari fitnah-fitnah dan kejelekan, dan ia akan menuju keridhaan Allah Subhânahu wa Ta’âlâ.

رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ

“Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. [At-Taubah: 100]

Semua orang menginginkan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang indah. Semua orang tidak ada yang mau neraka dan tidak pula adzabnya, akan tetapi pembahasannya adalah apa sebab-sebab yang bisa mengantarkan ke surga dan menyelamatkan dari neraka. Tidak ada yang bisa menjadi sebab terwujudnya hal itu selain dengan komitmen dengan manhaj salafush shalih, berkata Imam Malik rahimahullâh,

لا يصلح آخر هذه الأمة إلا ما أصلح أولها

“Tidaklah akan menjadi baik akhir umat ini kecuali dengan perkara yang telah membuat baik umat terdahulunya.”

Apa yang telah membuat baik generasi terdahulu? Tidak lain kecuali Al-Kitab dan Sunnah. Dan tidaklah juga bisa baik umat ini kecuali dengan Al-Kitab dan Sunnah, dan Al-Kitab serta Sunnah ada bersama kita. Alhamdulillah, terjaga dengan penjagaan Allah.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur`an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. [Al-Hjir: 9]

Terjaga, dengan idzin Allah. Maka barangsiapa yang menginginkannya dengan jujur dan belajar dengan metode belajar yang benar, ia akan dapatkan. Adapun barangsiapa yang hanya mengklaim tanpa wujud hakikatnya atau hanya sekadar ikut-ikutan semata dengan orang-orang yang mengklaim salafiyyah, padahal tidak di atas manhaj salaf, ini tidaklah akan memberikan manfaat padanya justru akan membahayakannya. Dan masalahnya, ternyata yang seperti ini modelnya menyandarkan dirinya kepada salaf dan orang-orang yang mengikuti salaf, ini adalah kedustaan atas salafiyyah. Ini adalah kedustaan kepada manusia, yang dilakukan sengaja atau tidak, oleh pengekor hawa nafsu atau orang bodoh.

والدعاوى إذا لم يقيموا   عليها بينات أهلها أدعياء

Dan pengakuan itu bila tidak benar,

maka wajib baginya mendatangkan bukti dari klaim itu.

Haruslah bagi yang mengklaim dirinya atau menyandarkan kepada salaf untuk mewujudkan pengakuan dan penamaan serta penyandarannya itu dengan mengamalkan manhaj salaf dalam aqidah, ucapan, amalan dan juga dalam mu’amalah hingga menjadi seorang salafy yang sesungguhnya, dan menjadi contoh yang baik dalam mengamalkan madzhab salaf shalih. Maka barangsiapa yang menginginkan manhaj ini, maka harus baginya untuk mengenalnya dan mempelajarinya dan beramal dengannya pada dirinya sendiri pertama kali dan ia juga menyeru orang lain kepadanya, ia jelaskan kepada manusia.

Inilah jalan yang selamat, inilah golongan yang selamat, ahlus sunnah wal jama’ah, siapa saja yang berada di atas perkara yang Rasul shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya berada di atasnya, kemudian ia bersabar di atasnya dan istiqamah dan juga tidak berpaling dengan adanya fitnah-fitnah, seruan-seruan yang sesat, tidak goyah dengan adanya berbagai badai, namun kokoh di atas apa yang telah ia jalani tersebut hingga ia berjumpa dengan Rabbnya Subhânahu wa Ta’âlâ.

Semoga Allah memberi taufik untuk Kita semua kepada perkara yang Ia ridhai dan cintai.

وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين.

[Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/%2014381]

Subscribe

Ikuti terus manfaat di Alfawzan.Net dengan berlangganan artikel via email dibawah ini. Jangan lupa cek email Anda untuk menyetujui layanan ini.