2 Safar 1439 :: 22 October 2017

Wahai Para Wanita Penuntut Ilmu yang Mulia

Diposting : 12 Jumadil Awal 1436 H / View : 3123x Tags: ,

Wahai Para Wanita Penuntut Ilmu yang MuliaAssalâmu alaikum wa rahmatullâh wabarakâtuh

Tidak diragukan lagi bahwa wanita memiliki kedudukan yang agung di dalam Islam. Dia juga memiliki tanggung jawab besar. Adalah nabi Muhammad shallallâhu alaihi wa sallam meluangkan waktu khusus untuk menasehati para wanita setelah beliau selesai memberikan nasehat kepada para laki-laki. Mereka (para wanita) meminta kepada beliau shallallâhu alaihi wa sallam majelis khusus yang di dalamnya mereka mengutarakan kepada beliau permasalahan-permasalahan mereka. Beliau pun menjawabnya dan mengkhususkan pertemuan untuk mereka. Dan kalian wahai para penuntut ilmu dari kalangan wanita yang mulia, dipersiapkan untuk menanggung beban tanggung jawab. Maka wajib bagi kalian untuk mempelajari perkara-perkara agama dan hukum-hukum yang berkaitan dengan wanita apa yang mencukupi.

Telah disebutkan di dalam Al-Qur`an yang mulia mengenai ayat-ayat dan surah-surah yang membahas tentang wanita secara khusus. Demikian juga terdapat di dalam sunnah Nabi. Di antaranya sabda Nabi shallallâhu alaihi wa sallam,

وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

Dan nasehatilah para wanita dengan cara yang baik.”

Sebagaimana Nabi shallallâhu alaihi wa sallam telah memperingati dari fitnahnya mereka para wanita ketika mereka meremehkannya. Nabi bersabda,

وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ فِتْنَةَ بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي النِّسَاءِ

Dan berhati-hatilah kalian dari para wanita. Karena sesungguhnya fitnah Bani Israil itu ada pada para wanita.

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalkan nanti sebuah fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki dari fitnahnya para wanita.”

Yang mana ini semua menunjukkan bahwa wanita itu memiliki peran yang sangat penting. Karena para wanita itu adalah para ibunya masyarakat dan pondasi rumah-rumah. Allah Ta’âlâ berfirman,

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shalih, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” [An-Nisâ`: 34]

Dan Allah Ta’âlâ berfirman,

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” [Al-Ahzâb: 35]

Dan Allah Ta’âlâ berfirman,

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنْ الْمُنكَرِ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar.” [At-Taubah: 71]

Dan Allah Ta’âlâ berfirman,

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنْ الْمَعْرُوفِ

“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama. Mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang ma’ruf.” [At-Taubah: 67]

Allah Subhânahu menyebutkan bahwa di kalangan para wanita ada yang muslim, mukmin, musyrik, munafiq. Maka hendaklah kalian para wanita untuk memperdalam ilmu agama di dalam ayat-ayat ini dan mengamalkannya. Mengamalkan ayat-ayat, mencakup di dalamnya adab-adab para wanita. Allah Ta’âlâ berfirman,

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.’” [An-Nûr: 31]

Allah Ta’âlâ berfirman,

قُلْ لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka,’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.” [Al-Ahzâb: 59]

Wahai para wanita penuntut ilmu yang mulia, hati-hatilah kalian dari seruan-seruan yang menyesatkan yang mengklaim bahwa Islam itu menzhalimi wanita. Sungguh mereka telah berdusta karena agama Islam justru memuliakan wanita, menjaganya dan menjamin hak-haknya. Sesungguhnya yang menzhalimi wanita adalah orang yang dengan seruannya itu dia menginginkan agar wanita lepas dan jauh dari adab-adab islami yang di dalamnya terdapat penjagaan kehormatannya dan kelembutan terhadapnya. Dia ingin agar wanita menjadi seseorang yang menyerupai para wanita kafir barat yang berada di dalam puncak kerendahan dan kehinaan, di mana seorang wanita di sana hidup bergantung kepada penghasilan kemaluannya, bersamaan dengan kerendahan. Ha ini selama dia masih muda. Dan ketika sudah tua maka dia akan dibuang ke panti-panti jompo atau hidup bersama sekelompok anjing yang menyayanginya tanpa anak dan keluarga sama sekali.

Di manakah bandingannya dengan seorang wanita muslimah yang tinggal di dalam rumah dalam keadaan terjaga, merawat keluarga, menjaga harta suaminya, mendidik para generasi dan memiliki kedudukan yang agung di masyarakatnya.

Sesungguhnya orang-orang kafir barat dan orang-orang yang semisal mereka dari para pemuja budaya barat dari kalangan pemuda kaum muslimin ketika mereka mengetahui kedudukan wanita dalam masyarakat dan kewajiban yang harus dia kerjakan di dalam rumah tangganya yang tidak bisa dianggap remeh. Betapa besarnya perannya daripada pekerjaan laki-laki di luar rumah dan juga bagaimana pekerjaan wanita yang sesuai dengan kodratnya itu dapat bersinergi dengan pekerjaan para pria dalam membangun sebuah masyarakat. Maka mereka mulai menyusun rencana untuk memusnahkan peraturan keluarga yang selamat ini. Mereka pun mengeluarkan wanita dari rumahnya agar dapat melakukan pekerjaan laki-laki yang akhirnya melalaikan pekerjaannya di rumah, yang tidak ada yang bisa melakukannya selain dia dan tidak akan tegak suatu masyarakat kecuali dengannya.

Tinggallah para suami itu menganggur atau melakukan pekerjaan wanita, selama wanita itu tidak ada di rumah dalam keadaan sang suami ini tidak pandai dan tidak pantas bekerja di rumah. Mereka menyibukkan para wanita dan membebani mereka dengan tugas-tugas yang tidak mampu dipikul oleh para wanita. Mereka menjauhkan para suami dari pekerjaan mereka yang sebenarnya, sehingga jadilah masyarakat dalam keadaan pincang. Akhirnya menggunakan para pekerja wanita asing dan para karyawan asing yang membawa pemikiran-pemikiran yang berbahaya dan budaya-budaya yang aneh, sehingga mereka menerima perilaku dan aqidah yang rusak, praktek sihir, sulap, merampok, mencuri yang semuanya menyebabkan terjadinya berbagai macam permasalahan-permasalahan. Rusaklah masyarakat dan tercorenglah nama baik negara.

Para pemuja barat dari kalangan para pengekor negara-negara barat berusaha menyibukkan wanita muslimah dengan tuntutan bisa menyopir kendaraan atau mobil, membuka wajah, sibuk dengan bisnis dan permasahannya, naik di luar atau di dalam rumah, campur baur dengan laki-laki di tempat-tempat kerja, duduk berduaan antara laki-laki dan perempuan yang mencurigakan, duduknya anak perempuan dan wanita dewasa di samping laki-laki di bangku-bangku sekolah, majelis-majelis perayaan pada acara-acara tertentu, mengikuti seminar-seminar dan pelatihan antara laki-laki dan perempuan, tampil pada acara-acara televisi dalam keadaan berdandan cantik, tidak menutup wajah, menampakkan buah dadanya, lengan, betis, berhias dengan perhiasan yang sangat indah yang siap untuk menebarkan pesona kerendahan syahwat dan menghancurkan keutamaannya sebagai seorang wanita. Sehingga tumbuhlah generasi muslim menjadi generasi yang rusak dan parah melebihi parah dan rusaknya masyarakat barat. Dan inilah sebenarnya yang dinginkan para musuh-musuh Islam terhadap kita, melalui program-program mereka yang merusak anak-anak.

Maka hendaklah kamu, wahai saudariku wanita muslimah, berhati-hati terhadap semua propaganda yang menginginkanmu dan memperalatmu. Janganlah kamu tertipu dengan rayuan manis yang menipu dan seruan-seruan emansipasi wanita, lolongan-lolongan anjing yang ingin membuka auratmu. Berpegang teguhlah pada agamamu, bersikaplah dengan akhlak islami. Memintalah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.

Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para shahabatnya.

 

Ditulis oleh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Anggota Komite Tetap Kibarul Ulama

22-01-1432

[Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/13152]

Subscribe

Ikuti terus manfaat di Alfawzan.Net dengan berlangganan artikel via email dibawah ini. Jangan lupa cek email Anda untuk menyetujui layanan ini.