8 Jumada II 1439 :: 24 February 2018

Pentingnya Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar di Tengah-tengah Masyarakat Kaum Muslimin

Diposting : 06 Rabiul Akhir 1436 H / View : 2541x Tags: ,

Pentingnya Menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Mungkar  di Tengah-tengah Masyarakat Kaum MusliminSegala puji hanya bagi Allah yang berfirman di dalam Al-Qur`an,

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنْ الْمُنْكَرِ وَأُوْلَئِكَ هُمْ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang maruf dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” [Âli Imrân: 104]

Dan Allah Ta’âlâ berfirman,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنْ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” [Âli Imrân: 110]

Dan Allah Ta’âlâ berfirman,

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ* الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوْا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنْ الْمُنْكَرِ

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat maruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar.” [Al-Hajj: 40-41]

Yang dimaksud dengan ma’ruf adalah semua yang Allah perintahkan, dan yang dimaksud mungkar adalah semua perkara yang Allah larang. Masyarakat muslim tidak akan terwujud kecuali di atas pondasi amar ma’ruf nahi mungkar. Ketika prinsip ini hilang maka Dia membiarkan kebinasaan pada masyarakat tersebut.

Karena penghuninya terdiri dari orang-orang bodoh, orang-orang yang lemah imannya, dan ada orang-orang munafik di tengah-tengah mereka. Maka dari orang-orang yang semacam ini akan menimbulkan berbagai macam penyimpangan demi penyimpangan, berupa syubhat dan syahwat yang diharamkan. Apabila mereka meninggalkan amar ma’ruf nahi mungkar maka mereka akan mengalami penyimpangan-penyimpangan tersebut dan semua masyarakat akan mendapatkan siksa dan kebinasaan. Allah Ta’âlâ berfirman,

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan peliharalah diri kalian dari pada siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” [Al-Anfâl: 25]

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ* كَانُوا لا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa puta Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” [Al-Mâ`idah: 78-79]

Oleh karena itu, ketika negara yang diberkahi ini berdiri di bawah kepemimpinan Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman Al-Faishal rahimahullâh, maka sisi prinsip amar ma’ruf nahi mungkar ini dapat dilaksanakan dan diprakarsai oleh pihak pemerintah.

Dan Raja Abdul Aziz rahimahullâh telah membuat sebuah komite khusus yang bertugas untuk melaksanakan prinsip ini. Beliau membentuk lembaga amar ma’ruf nahi mungkar di seluruh kota di kerajaan. Dan beliau mengingatkan anak-anaknya akan keberadaan lembaga ini sepeninggal beliau. Dan alhamdulillah, program yang penting ini terus berjalan di bawah pengawasan pemerintah. Dan program ini menjadi sebuah kebanggaan bagi negeri yang diberkahi ini. Dan kejayaan, motivasi, dan kelanggengan program ini menjadi kebahagiaan bagi negeri ini.

Kita memohon kepada Allah untuk mengokohkan para pemerintah kita agar dapat melaksanakan pemerintahannya dengan pertolongan dan taufik-Nya dan menambah keutamaan bagi mereka. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa.

Semoga shalawat Allah atas Nabi kita Muhammad keluarga dan para shahabatnya.

 

Ditulis oleh, Shalih Bin Fauzan Al-Fauzan

Anggota Lembaga Ulama Senior

[Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/13149]

Subscribe

Ikuti terus manfaat di Alfawzan.Net dengan berlangganan artikel via email dibawah ini. Jangan lupa cek email Anda untuk menyetujui layanan ini.