9 Dhu al-Qidah 1439 :: 22 July 2018

Menakuti Manusia dengan Ayat-Ayat Allah Bukanlah Sebuah Mitos

Diposting : 27 Rabiul Awal 1436 H / View : 2628x Tags: ,

Menakuti Manusia dengan Ayat-Ayat Allah Bukanlah Sebuah MitosAllah Ta’âlâ berfirman,

وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلاَّ تَخْوِيفاً

“Dan tidaklah Kami memberikan tanda-tanda itu melainkan hanya untuk menakuti.” [Al-Isrâ`: 59]

Adalah Nabi shallallâhu alaihi wa sallam bersabda ketika terjadi gerhana matahari pada masa beliau.

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ، يُخَوِّفُ اللهُ بِهِمَا عِبَادَهُ، وَإِنَّهُمَا لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنَ النَّاسِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَصَلُّوا، وَادْعُوا اللهَ حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ

Sesungguhnya matahari dan bulan ini merupakan dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Dengan keduanya Allah menakuti para hamba-Nya. Gerhana ini terjadi bukan karena bersamaan dengan matinya seseorang ataupun karena kehidupannya. Apabila kalian melihatnya maka hendaklah melakukan shalat dan berdoa sampai hilang gerhana itu dari kalian.”(HR. Bukhari-Muslim)

Ketika terjadi gerhana pada zaman beliau, beliau shallallâhu alaihi wa sallam keluar dari rumahnya dalam keadaan takut dan menarik-narik kainnya khawatir apabila terjadi hari kiamat. Dan kaum muslimin senantiasa melakukan sunnah Nabi ini yang ditetapkan dalam hadits-hadits yang shahih. Mereka melakukan shalat gerhana, berdoa kepada Allah, memohon ampunan-Nya karena takut dari siksaan-Nya.

Ketika terjadi gerhana pada masa-masa sekarang ini, tertulis di salah satu Koran Ar-Riyadh edisi ketiga 29-01-1432 H. Karya penulis Fahd Al-Ahmady dalam bentuk makalah dengan judul “Pengetahuan Membunuh Mitos.”

Di dalamnya dia mengingkari sikap menakuti dengan adanya gerhana bulan, gerhana matahari, petir. Dia juga mengingkari bahwa kedua gerhana itu merupakan tanda-tanda yang Allah gunakan untuk menakuti para hamba-Nya, yang mana hal itu bertentangan dengan ayat dan hadits Nabi shallallâhu alaihi wa sallam dalam masalah ini.

Di situ dia berkata, “Orang dahulu berkeyakinan bahwa misalnya suara petir yang bersamaan dengan halilintar itu menandakan kemarahan Tuhan. Dan hal itu terjadi hingga di zaman kita sekarang ini. Masih saja ada orang yang berkeyakinan bahwa gerhana matahari dan gerhana bulan isyarat berakhirnya zaman dan dekatnya hari kiamat. Saya sendiri secara pribadi telah belajar waktu masih kecil mengenai rasa takut dari kedua gerhana tersebut disebabkan karena pemikiran yang seperti ini. Dalam keadaan yang seperti ini, maka tentu rasa takut akan memenuhi hati setiap orang dan mitos-mitos itu akan menguasai akal sebelum kita mengetahui bahwa suara petir itu ditimbulkan oleh perlepasan elemen-elemen listrik di langit sehingga menimbulkan gesekan listrik yang kuat. Sedangkan gerhana matahari dan bulan merupakan tanda-tanda alam yang dapat diperkirakan kejadiannya di masa depan dengan melihat jadwal rotasi tata surya bimasakti secara khusus dan seterusnya.” Sampai akhir apa yang dia ucapkan.

Bantahan atas hal tersebut, kita katakan:

Pertama, bahwa suara petir, halilintar dan kilat itu adalah peringatan dari Allah bahwa kejadian-kejadian ini termasuk dari tanda-tanda-Nya, yang Allah gunakan untuk menakuti para hamba-Nya. Dia berfirman,

وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمْ الْبَرْقَ خَوْفاً وَطَمَعاً

“Dan di antara tanda-tanda-Nya adalah Dia memperlihatkan kepada kalian kilat untuk menimbulkan ketakutan dan harapan.” [Ar-Rûm: 24]

Dan Allah Ta’âlâ berfirman,

هُوَ الَّذِي يُرِيكُمْ الْبَرْقَ خَوْفاً وَطَمَعاً وَيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ* وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ وَهُمْ يُجَادِلُونَ فِي اللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ

Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepada kalian untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung. Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan yang Maha keras siksa-Nya.” [Ar-Ra’d: 12-13]

Dan Allah berfirman menyifati awan,

يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالأَبْصَارِ

Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” [An-Nûr: 43]

Tidak masalah apabila hakikat kilat itu adalah sebagaimana yang dikatakan penulis yaitu sesuatu yang ditimbulkan oleh perlepasan elemen-elemen listrik di langit sehingga menimbulkan gesekan listrik yang kuat dengan izin Allah. Allah telah membinasakan kaum Tsamud dengan petir sebagaimana firman Allah Ta’âlâ,

وَفِي ثَمُودَ إِذْ قِيلَ لَهُمْ تَمَتَّعُوا حَتَّى حِينٍ فَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ فَأَخَذَتْهُمْ الصَّاعِقَةُ وَهُمْ يَنظُرُونَ* فَمَا اسْتَطَاعُوا مِنْ قِيَامٍ وَمَا كَانُوا مُنتَصِرِينَ

 “Dan pada (kisah) kaum Tsamud ketika dikatakan kepada mereka, Bersenang-senanglah kalian sampai suatu waktu.’ Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir dan mereka melihatnya. Maka mereka sekali-kali tidak dapat bangun dan tidak pula mendapat pertolongan.” [Adz-Dzâriyât: 43-45]

Dan kita tidak mengetahui hakikat petir bahwa petir itu adalah sesuatu yang ditimbulkan oleh perlepasan elemen-elemen listrik di langit sehingga menimbulkan gesekan listrik yang kuat sebagaimana yang dikatakan penulis. Karena Allah Ta’âlâ berfirman,

 وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلاَّ هُوَ وَمَا هِيَ إِلاَّ ذِكْرَى لِلْبَشَرِ

Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan (neraka) saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.” [Al-Muddatstsir: 31]

وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” ( Al Baqarah :284)

Kedua, gerhana matahari dan gerhana bulan walaupun diketahui waktu kejadiannya dengan ilmu hisab maka yang demikian itu tidak menghalangi Allah untuk mengubah sebab-sebabnya dan menjadikannya suatu adzab dan kebinasaan sebagaimana ditakutkan juga kepada Nabi shallallâhu alaihi wa sallam dan mensyariatkan umatnya shalat dan doa ketika terjadi keduanya. Dan siapakah yang menjamin hilangnya gerhana matahari dan bulan dan kembalinya cahaya itu.

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ اللَّيْلَ سَرْمَداً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ أَفَلا تَسْمَعُونَ* قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ النَّهَارَ سَرْمَداً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلا تُبْصِرُونَ

Katakanlah, Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untuk kalian malam itu terus-menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepada kalian? Maka apakah kalian tidak mendengar? Katakanlah, Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untuk kalian siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepada kalian yang kalian beristirahat padanya? Maka apakah kalian tidak memperhatikan?’” [Al-Qashash: 71-72]

Bahwa kandungan ayat ini, semuanya hanya khurafat alias mitos sebagaimana yang dikatakan penulis bahwa kejadian-kejadian yang besar ini hanya kejadian alam semesta tidak ada padanya pelajaran ataupun menakuti.

Aku berharap dari penulis dan yang lainnya untuk kembali memperhatikan kebenaran pemikiran dan cara berpikir yang seperti ini, yang menyelisihi akidah. Allah Ta’âlâ telah berfirman,

وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ الْعِلْمِ إِلاَّ قَلِيلاً

Dan tidaklah kalian diberi pengetahuan melainkan sedikit. [Al-Isrâ`: 85]

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” [Al-Isrâ`: 36]

Semoga Allah memberikan taufik-Nya kepada kita semua untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. Semoga Allah memberikan shalawat dan keselamatan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para shahabatnya.

Ditulis oleh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Anggota Komite Kibar Ulama

1-2-1432

[Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/13155]

Subscribe

Ikuti terus manfaat di Alfawzan.Net dengan berlangganan artikel via email dibawah ini. Jangan lupa cek email Anda untuk menyetujui layanan ini.