5 Dhu al-Hijjah 1439 :: 16 August 2018

Komentar Atas (Sebuah) Komentar

Diposting : 13 Rabiul Awal 1436 H / View : 2887x

komentar-atas-sebuah-komentarSaya telah membaca apa yang ditulis oleh Ustadz Ali Sa’ad Al-Musi pada surat kabat Al-Wathan pada Senin tanggal 10-11-1431 H. edisi 3671 dengan judul, “Para Praktisi Pendidikan Adalah Orang-Orang Bodoh Menurut Penjelasan Syaikh Al-Fauzan.”

Maka saya memberikan komentar atas tulisannya ini:

Pertama, saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu. Karena penerbitan suatu pernyataan harus secara resmi. Sesungguhnya saya hanya menulis sebuah risalah yang saya kirim ke media massa namun tidak disebarkan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Ustadz Ali atas perhatiannya terhadap hal ini dan penjelasannya dari tempat yang tersembunyi agar sampai kepada siapa saja yang belum mengetahui perkara ini sama sekali.

Kedua, komentarnya atas ucapanku, “Para praktisi pendidikan adalah orang-orang bodoh.” Maka saya katakan bahwa saya khususkan pada mereka kata “orang-orang bodoh” dikarenakan mereka tidak menguasai metode-metode pengajaran yang benar. Adapun para pendidik dari kalangan para ulama maka saya terima mereka dengan senang hati apabila mereka memiliki pola pikir yang benar di dalam metode-metode pengajaran dan perkara yang lainnya. Dan saya tidak menganggap bahwa Ustadz Ali menyelisihiku dalam perkara ini. Para pendidik dalam artian yang sebenarnya adalah mereka para ulama (yang mengajarkan dan mengamalkan,pen) syariat Islam, yang mendidik masyarakat di atas Kitab dan Sunnah dan bukanlah mereka yang mempelajari metode pendidikan dari sekolah-sekolah Barat.

Ketiga, dia mengingkari ucapan saya, “Sesungguhnya kita mendengar di zaman ini seruan-seruan yang menuntut adanya perubahan pada metode-metode pengajaran dan mencabutnya dari tangan-tangan para ulama.” Saya bertanya apakah tuntutan-tuntutan ini sifatnya perbaikan atau teriakan semata? Tidak diragukan lagi bahwa orang yang menuntut agar para ulama melepaskan perannya dari kandungan metode-metode pengajaran dan menjadikan kurikulum pengajaran di bawah tangan orang-orang bodoh bahwa tuntutannya ini adalah teriakan yang tidak ada manfaat di baliknya. Maka ini adalah tipuan yang menipu manusia.

Keempat, dan Ustadz mengakhiri tulisannya dengan ucapannya, “Tidak ada seorang pun yang mengklaim bahwa seluruh kurikulum pendidikan itu dapat ditarik dari tangan para penuntut ilmu dan para ulama, dan tidak ada pula orang yang berakal sekalipun yang berpendapat demikian. Karena yang demikian itu bertentangan dengan kaidah-kaidah yang sudah baku secara keimanan dan keyakinan.” Saya katakan, “Barangkali ini kalimat kembalinya dia kepada yang benar dan pengingkarannya terhadap berita-berita yang tersebar di media massa seputar masalah ini. Yang mana apabila bukan karenanya, maka niscaya saya tidak menulis makalah ini. Dan orang Badui lebih zalim.”

Dan Allah semata Dzat yang memberikan taufik dan memberikan petunjuk kepada jalan yang benar.

Ditulis oleh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Anggota Lembaga Ulama Senior

[Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/13097]

Subscribe

Ikuti terus manfaat di Alfawzan.Net dengan berlangganan artikel via email dibawah ini. Jangan lupa cek email Anda untuk menyetujui layanan ini.