2 Safar 1439 :: 22 October 2017

Dialah yang Menamakan Kalian dengan Muslim

Diposting : 20 Jumadil Awal 1436 H / View : 3251x Tags:

Dialah yang Menamakan Kalian dengan Muslim

الحمد لله والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن والاه، وبعد:

Dialah yang Menamakan Kalian dengan MusliminAllah Ta’âlâ telah befirman,

هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

“Dia telah memilih kalian dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kalian dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur`an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas diri kalian dan supaya kalian semua menjadi saksi atas segenap manusia. [Al-Hajj: 78]

Yang diseru dari ayat ini adalah umat Nabi Muhammad, umat terakhir zamannya. Namun pertama keutamaannya dan terdahulu dalam segala kebaikan. Allah Subhânahu wa Ta’âlâ telah memilih untuk mereka agama yang terbaik, syariat yang lapang tidak ada padanya kesulitan, kemiringan dan kerusakan, sebagaimana juga keadaan umat-umat terdahulu.

Umat ini, dahulunya di atas millah (agama) bapak mereka yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihis salâm. Dialah yang telah memberi umat ini dengan penamaan ‘Muslimin’ dan juga telah dijelaskan di kitab-kitab terdahulu. Maka dahulu umat ini dikenal juga dengan nama ini, dan juga Allah telah beri mereka dengan nama ‘Muslimin’ dalam Al-Qur`an, sehingga nama ini adalah penamaan yang telah terabadikan dalam Taurat, Injil dan Al-Qur`an, dikenal di tengah umat. Maka, nama ini sangat agung sekali, mengandung ketauhidan kepada Allah dalam peribadahan kepada-Nya yang tiada sekutu bagi-Nya dan juga mengandung sikap lari, meninggalkan dari peribadahan kepada selain-Nya.

Oleh karena itulah tidaklah boleh menamakan umat ini dengan selaim Islam, dan juga tidak boleh bagi kita untuk mengikutkan penamaannya kepada penamaan yang bersifat kemanusiaan atau kebangsaan, kabilah atau kesukuan, barang siapa yang menyandarkan penamaannya kepada selainnya sungguh berarti ia telah ingkar kepada nikmat Allah, mengganti sesuatu yang lebih rendah dari sesuatu yang lebih baik.

Jika penyandaran itu kepada selain Islam kemudian juga disertai dengan perendahan terhadap Islam dengan keyakinan bahwa selainnya lebih bagus, maka ini adalah kekufuran kepada Allah. Kita memohohon penjagaan dari segala kejelekan dan keselematan kepada Allah.

Dan musuh-musuh Kita itu tidaklah merasa hasad terhadap Kita pada suatu perkara sebesar hasadnya mereka terhadap agama Islam ini yang Allah telah mengistimewakan Kita dengannya dari seluruh makhluk yang ada. Mereka itu (musuh-musuh tersebut) berupaya memperdaya, memalingkan Kita dari kemuliaan itu dengan berbagai cara. Sebagaimana Allah Ta’âlâ sebutkan,

وَلا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kalian sampai mereka (dapat) mengembalikan kalian dari agama kalian (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. [Al-Baqarah: 217]

Dan di antara bentuk upaya mereka adalah dengan mengganti nama Islam kepada nama-nama yang bersifat kemanusiaan, diambil dari kebaikan yang tampak darinya kemudian mereka namakan dengannya. Ada sebagian Kita yang berbuat kebaikan kemudian ditampakkan di media-media dari sebuah proyek yang disandarkan kepada sebuah amalan kebaikan dengan penyifatan kemanusiaan tidak disandarkan kepada Islam padahal ia adalah sumber segala kebaikan.

Sungguh, negeri Kita dengan segala puji bagi Allah semata, adalah negeri Islam, dan pemerintah Kita adalah muslim. Orang-orang yang baik dan segala upaya dan proyek kebaikan Kita mucul dari kaum muslimin, segala kebaikan datang dari Islam yang telah mendidik Kita dengan kebaikan serta memerintahkan Kita kepada kebaikan, lalu mengapa Kita tidak menamakan segala upaya kebaikan tersebut yang bermanfaat untuk para hamba dan umat Islam? Dan mengapa pula Kita tidak menamakan kerajaan Kita dengan Islamiyyah, kemudian diganti dengan penamaan kemanusiaan? Kita sandarkan segala kebaikan itu kepada sumbernya dan meletakkannyan sesuai dengan penamaannya, sesuai huruf-hurufnya agar hal itu menjadi upaya dalam berdakwah kepada agama kita dan memang dikenal dengannya dengan meletakkan semua perkara pada tempatnya.

Sesungguhnya seruan ‘kemanusiaan’ tanpa Islam hanyalah seruan jahiliyyah dan kegelapan semata. Allah Ta’âlâ berfirman,

إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا

“Sesungguhnya manusia itu amat zalim lagi bodoh. [Al-Ahzab: 72]

Bukankah musyrik, kafir dan pelaku kezhaliman lagi fasik itu juga manusia? Dan bukankah kebaikan serta pelaku kebaikan itu pada umumnya dari muslim? Dan bukankah manusia itu pada umumnya, bagaimanapun keadaanya jika tanpa Islam hanyalah kebuasan, kezhaliman, permusuhan dan berlomba mencari siapa yang paling berkuasa semata? Keadaan kehidupan manusia sebelum datangnya Islam, tidaklah ada kecuali hanyalah pertumpahan darah, perampokkan, perampasan, penodongan, upaya pembalasan dendam semata, lalu datanglah Islam yang mengatur kehidupan manusia tersebut dan mengubahnya menjadi peradaban manusia yang penuh dengan rahmat, lemah lembut dan berkasih sayang.

وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا

“Dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika kalian dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati-hati kalian, lalu menjadilah kalian karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara. Dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian dari padanya. [Âli Imrân: 103]

وَإِنْ يُرِيدُوا أَنْ يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللَّهُ هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ

“Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan kaum mukminin, dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman), walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.” [An-Anfâl: 62-63]

Wajib bagi Kita agar berbangga dengan Islam, menamakan dengannya untuk negeri Kita dan untuk segala proyek kebaikan Kita, yayasan Kita, sebagaimana bapak Kita Nabi Ibrahim telah menamakan diri kita dengannya, dan juga sebagaimana Allah telah menamakan Kita dengannya dalam Al-Qur`an Al-Karim. Segala kebaikan itu datang dari Islam, sebab Islam adalah agama yang penuh dengan kebaikan dan kasih sayang, agama yang penuh dengan kemuliaan dan kekuatan. Dan tidaklah bisa menjadi baik umat akhir ini melainkan dengan perkara yang telah membuat baik umat generasi pertamanya.

والله الموفق وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وصحبه.

Ditulis oleh:

Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Anggota Lembaga Kumpulan Ulama’ Besar

9 – 7 – 1432 H

[Sumber: http://alfawzan.af.org.sa/node/13378]

Subscribe

Ikuti terus manfaat di Alfawzan.Net dengan berlangganan artikel via email dibawah ini. Jangan lupa cek email Anda untuk menyetujui layanan ini.