2 Safar 1439 :: 22 October 2017

Bolehkah Melakukan Kebaikan dengan Alasan Kemanusiaan ?

Diposting : 14 Ramadhan 1436 H / View : 4181x Tags:

Bolehkah Melakukan Kebaikan dengan Alasan KemanusiaanTelah dijelaskan pada pertemuan pertama (sebelumnya) bahwasanya tidaklah boleh sebuah amal kebaikan yang diselenggarakan kerajaan Saudi Arabia itu disandarkan kepada alasan dengan slogan kemanusiaan, sebagai pengganti dari label Islam, dan pada pertemuan kali ini kita akan menjelaskan bahwa alasan dengan slogan kemanusiaan semata, itu bukanlah suatu hal yang terpuji justru tercela, inilah yang lebih tepat. Allah Ta’âlâ berfirman,

إِنَّ الإنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Sesungguhnya manusia itu, sangat zhalim dan sangat mengingkari.” [Ibrâhîm: 34]

 (إِنَّ الإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ. وَإِنَّهُ عَلَى ذَلِكَ لَشَهِيدٌ. وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ)

Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya Dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.” [Al-‘Âdiyât: 6-8]

 (إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ)

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,  kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling menasehati supaya menaati kebenaran dan menetapi kesabaran.” [Al-‘Ashr: 2-3]

(كَلاَّ إِنَّ الإِنسَانَ لَيَطْغَى. أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى)

“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena Dia melihat dirinya serba cukup.” [Al-‘Alaq: 6-7]

(وَحَمَلَهَا الإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُوماً جَهُولاً)

“Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh. [Al-Ahzâb: 72]

Dan Allah berfirman dalam permasalahan Iman dan Islam,

 (إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً)

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” [Al-Ahzâb: 35]

Dan Allah Ta’âlâ berfirman,

 (وَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ)

“Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Al-Ahzâb: 73]

(وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ)

“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. [At-Taubah: 72]

(إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمْ الرَّحْمَنُ وُدّاً)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” [Maryam: 96]

Maka Allah Subhânahu wa Ta’âlâ hanyalah menggantungkan penyifatan pujian dan teraihnya pahala serta ganjaran itu dengan Islam dan iman, dan juga demikian segala yang terwujud dari seorang muslim dan mukmin. Dan menggantungkan celaan serta adzab kepada segala yang berasal dari manusia, sehingga hanya dengan ‘kemanusiaan’ saja itu tidaklah terkait darinya pujian dan celaan, pahala dan hukuman. Bahkan, ‘manusia’ selain muslim dan mukmin, justru pada saat ini tidaklah muncul darinya melainkan kerusakan dan penghancuran bagi kehidupan manusia dengan segala perbuatannya yang rusak, dengan membuat senjata penghancur dan membinasakan. Lihatlah akibat dari perbuatan mereka di Somalia, Iraq dan belakangan di Syam dan Libiya serta Yaman, apa yang mereka perbuat dengan perpecahan dan perselisihan antara suku dan pemerintahannya?

Dan negeri ini adalah negeri Islam dan Iman serta Qur`an –segala puji bagi Allah- penuh dengan ketenangan dan ketentraman disebabkan keimanan dan keislamannya serta berjalan di atas perkara yang memang sesuai dengan aqidah dan agamanya. Dan juga negeri ini tidaklah pernah mengambil sistem dan pola eropa barat dan kekufurannya, namun negeri ini mengambil sistem dari Kitab Rabb-nya dan Sunnah Nabi-nya dengan metode salaf  (pendahulu kita yang shalih), sebagaiman firman Allah Ta’âlâ,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. [An-Nûr: 55]

Dan juga firman-Nya,

 (الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُوْلَئِكَ لَهُمْ الأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ)

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” [Al-An’âm: 82]

Maka, Allah mengikat kekuasaan di muka bumi dan terwujudnya keamanan itu dengan keimanan, tauhid serta dengan tegaknya ibadah hanya kepada Allah semata tiada sekutu bagi-Nya. Mereka inilah, untuk mereka keamanan sentosa di dunia dan akhirat dengan sebab keimanan mereka, sebagaiman Allah telah menjamin bahwa pertolongan terhadap musuh itu akan diberikan dengan menolong agama-Nya dan berhukum dengan syariat-Nya. Allah berfirman,

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ. الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوْا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنْ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأُمُورِ

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat maruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. [Al-Hajj: 40-42]

Sehingga, wajib bagi Kita untuk merasa mulia dengan agama Kita dan menyandarkan segala kebaikan kepada sumbernya dan mengaitkan segala perkata dengan sebab-sebabnya yang nyata. Dan Kita pun berbangga dengan agama Kita (yakni) Islam. Berkata Amirul Mukminin Umar bin Khaththab radhiyallâhu ‘anhu, “Kita adalah umat yang Allah telah muliakan dengan Islam, jika kita mencari kemuliaan dengan selainnya maka Allah akan menghinakan kita.” Islam memerintahkan untuk memberi makan fakir miskin dan bahkan kepada para tawanan.

Ada seorang wanita yang masuk ke neraka dengan sebab seekor kucing, wanita tersebut menawan kucing tersebut hingga mati, tidak memberi makan padanya juga tidak pula membiarkan kucing tersebut memakan serangga kecil lainnya. Dan Allah juga memberi ampunan kepada seorang wanita pelacur dengan sebab ia memberi minum kepada seekor anjing. Dan Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik untuk segala sesuatu, jika kalian membunuh, maka tempuhlah cara yang baik dalam membunuh, dan jika kalian menyembelih, tempuhlah cara yang baik dalam menyembelih. Dan hendaknya kalian menajamkan pisaunya serta menggembirakan hewan sembelihannya.” Dan Allah Ta’âlâ berfirman,

وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” [Al-Baqarah: 195]

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia. [Al-Baqarah: 83]

Inilah Islam yang Allah telah memberi Kita nikmat dengannya. Lalu mengapa lagi Kita berbangga dengan selainnya? Menyandarkan kebaikan kepada slogan ‘kemanusiaan’? Lalu mengaatakan ‘Kerajaan yang Manusiawi’, dan tidak mengatakan ‘Kerajaan Islamiyyah’? Tidakkah ini adalah perbuatan mengaburkan kenikmatan tadi? Atau ini adalah menyambut ajakan dari lawan? Allah Ta’âlâ telah berfirman,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabb kalian memaklumkan, Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.’” [Ibrâhîm: 7]

Demikianlah, dan kita memohon kepada Allah Subhânahu wa Ta’âlâ agar menolong agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya serta menghinakan musuh-musuh-Nya.

وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين.

Ditulis oleh:

Shalih bin Fauzan Al Fauzan

Anggota Kumpulan Ulama’ Besar

11-7- 1432 H.

[Sumber: http://alfawzan.af.org.sa/node/13380]

Subscribe

Ikuti terus manfaat di Alfawzan.Net dengan berlangganan artikel via email dibawah ini. Jangan lupa cek email Anda untuk menyetujui layanan ini.