2 Safar 1439 :: 22 October 2017

Tanda-Tanda Hari Kiamat dengan Berbagai Peristiwa di Permukaan Bumi

Diposting : 22 Rabiul Akhir 1436 H / View : 5194x Tags:

Tanda-Tanda Hari Kiamat dengan Berbagai Peristiwa di Permukaan BumiKhutbah Pertama:

Segala puji bagi Allah yang Maha Mulia lagi Maha Agung, Dialah yang berfirman dalam kesempurnaan pada Kitab-Nya:

)إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ(

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” [Ar-Ra’d: 11]

Dan saya bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah semata dan tidak ada sekutu bagi-Nya, Yang Maha Agung lagi Maha Tinggi. Dan saya mempersaksikan bahwasanya Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya, beliau telah menyampaikan risalah dan menunaikan amanah serta menasihati, berjuang di jalan Allah dengan sebenarnya, semoga shalawat dan salam untuknya serta seluruh shahabat dan keluarganya, dengan salam yang berlimpah.

Adapun setelah itu,

Wahai sekalian manusia, bertakwalah kalian kepada Allah Ta’âlâ, ambillah pelajaran yang terjadi dari perubahan-perubahan dalam zaman serta perubahan-perubahan keadaan dan silih bergantinya bencana yang terjadi. Dan tidaklah itu semua terjadi melainkan disebabkan karena dosa dan perbuatan maksiat.

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum…”,

Baik berupa kenikmatan, kesehatan, kelapangan rezeki, selama mereka taat.

“…hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka…”,

Apabila mereka melakukan perubahan, mengubah dari ketaatan kepada maksiat maka Allah akan berikan perubahan pada mereka dengan peristiwa dari-Nya Subhânahu wa Ta’âlâ berupa pelajaran dan tanda-tanda kebesaran-Nya serta bencana agar mereka kembali dan bertaubat. Jika mereka tidak bertaubat dan tetap terus berada dalam keadaan tersebut, maka Allah tidak akan mengubah keadaan yang mereka alami dari kepedihan dan bencana. Bahkan akan menambah kepada mereka bencana tersebut -lâ haula wa lâ quwwata illah billah-, dan kalian telah melihat apa yang terjadi sekarang ini, dengan naiknya harga, kerusakan sistem perdagangan, kurangnya hasil panen buah-buahan di berbagai tempat dan negeri kaum muslimin secara khusus, dan juga kalian telah melihat berbagai peristiwa yang terjadi dari perubahan udara menjadi debu dan angin yang kencang serta badai yang terus menerus hingga debu yang menyelimuti pepohonan, rumah-rumah hingga masuk ke dalam rumah-rumah. Dan baru-baru ini peristiwa di sekitar kota Madinah An-Nabawi dari gempa, dan yang lebih dikhawatirkan akan terjadi yang lebih parah dari itu dengan munculnya gunung-gunung meletus dan berapi, sebagaimana yang telah terjadi masa yang lalu, yang dikhawatirkan peristiwa tersebut akan terulang, dan penyebab semua itu adalah perbuatan dosa dan maksiat. Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman,

)وَمَا مَنَعَنَا وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلا تَخْوِيفًا(

“Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.” [Al-Isrâ`: 39]

Allah menampakkan tanda-tanda kebesaran-Nya, berbagai perubahan dan persitiwa yang menunjukkan akan kekuasaan-Nya Subhânahu wa Ta‘âlâ dan keagungan akan kekuatan-Nya ditampakkan hal itu sebagai peringatan dan pertakutan bagi para hamba-Nya agar mereka kembali. Diantara peristiwa tersebut adalah gerhana matahari dan gerhana bulan. Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari sekian tanda-tanda kebesaran Allah, dengan keduanya Allah mempertakuti para hamba-Nya. Maka jika kalian melihatnya, shalatlah dan berdoalah, maksudnya shalat gerhana, hingga tesingkap dari kalian.”

Maka Allah Subhânahu wa Ta’âlâ menampakkan tanda-tanda kebesaran-Nya yang mampu dilihat ini, untuk menjadi peringatan dan kewaspadaan bagi para hamba terhadap diri-diri mereka sehingga mereka memperbaiki diri pada amalan-amalan mereka. Dan apabila mereka tidak bertaubat dan tidak pula mengadakan perubahan, maka Allah akan menambah untuk mereka bala`, musibah, dan berbagai ujian, dan akan memperlalaikan mereka dengan kenikmatan-kenikmatan kemudian akan menimpakan adzab kepada mereka dengan tiba-tiba.

)وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَى أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ فَلَوْلا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ(

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitan pun menampakkan kepada mereka akan baiknya apa yang selalu mereka kerjakan. Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.” [Al-An’âm: 42-45]

Inilah ketetapan Allah yang senantiasa berlaku pada generasi terdahulu dan belakangan, jika mereka melakukan perbuatan dosa dan menyelisihi perintah-Nya, Allah Ta‘âlâ menghukum mereka dan menurunkan kepada mereka perkara yang mereka tidak sukai agar mereka bertaubat kepada Allah dan kembali pada-Nya. Jika mereka tidak bertaubat maka Allah akan membuat mereka terlalaikan kemudian mengadzab mereka dengan tiba-tiba.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [Ar-Rûm: 41]

Sehingga, kewajiban bagi kita adalah bertaubat kepada Allah dan introspeksi diri dan tidak terus menerus dalam kelalaian dan penentangan kita. Dan hendaknya yang kita perhatian dari berbagai peristiwa yang terjadi adalah senantiasa berulangnya kabar dan berita melalui berbagai media tanpa ada rasa takut, tanpa ada rasa keinginan untuk bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla, dan tanpa ada rasa untuk introspeksi diri, sehingga wajib bagi para pemimpin dan rakyat dan seluruh kaum muslimin untuk mengubah keadaan mereka dari kemaksiatan kepada ketaatan, dari kelalaian kepada senantiasa wapada diri, dan menghadirkan hati dan bertaubat kepada Allah Subhânahu wa Ta’âlâ, sebab jika tidak, maka hukumannya pun akan semakin dahsyat dan bertambah, hukuman di sisi Allah sangatlah keras bagi yang tidak bertaubat kepada-Nya Subhânahu wa Ta’âlâ. Namun di antara rahmat serta kelembutan-Nya kepada hamba-Nya Ia menunda adzab dan hukuman-Nya tetapi dengan menampakkan berbagai persitiwa sedikit demi sedikit agar mereka bertaubat kepada Allah dan Allah pun akan menerima taubat mereka dan memberi ampunan kepada mereka serta mengangkat bencana yang mereka hadapi. Berkata Ali bin Abi Thalib radhiyallâhu ‘anhu, “Tidaklah ada musibah yang terjadi melainkan disebabkan karena perbuatan dosa, dan tidaklah terangkat musibah tersebut kecuali dengan taubat.”

Sehingga wajib bagi kita untuk bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya. Dan sungguh banyak penduduk pada suatu negeri yang dievakuasi dari negeri mereka sendiri, mereka telah kehilangan negeri-negeri mereka, mereka pun pergi ke berbagai tempat yang berbeda-beda, ada di antara kalian mungkin termasuk mereka, dan juga mereka ada di tengah-tengah kalian dan di sekitar kalian. Mereka menantikan jalan kelur dari Allah, mereka menantikan pertolongan dari Allah agar terangkat musibah yang mereka alami, dan kita bersama mereka bedoa kepada Allah Subhânahu wa Ta’âlâ agar mengangkat musibah yang kita dan mereka alami, dan agar Ia memberi maaf dan rahmat-Nya kepada kita, serta memberi taufik kepada kita semua untuk bertaubat dan memperbaiki amalan.

Wajib bagi kita untuk bertaubat dan memohon ampunan serta kembali kepada Allah. Tidakkah engkau perhatikan wahai hamba Allah!

Perhatikanlah akan apa yang telah kita perbuat, kelalaian kita terhadap shalat, tidakkah engkau perhatikan betapa masjid-masjid itu hanya dihadiri oleh orang yang sangat sedikit, tidakkah engkau perhatikan betapa rumah-rumah itu penuh dengan kemalasan, menelantarkan shalat, dari anak-anak kita padahal mereka berada di bawah kepemimpinan kita, dan kita tidak mengingkarinya bahkan justru si pemilik rumah atau yang tertua di sana sepakat dengan perbuatan seperti itu, bersama menjadi satu dengan mereka dalam kemalasan dan dalam keengganan untuk melakukan ketaatan pada Allah Subhânahu wa Ta’âlâ.

Tidakkah kalian perhatikan bagaimana kaum wanita, bagaimana keadaan mereka?! Tidak ada rasa malu, tidak ada rasa takut. Mereka tidak memiliki rasa malu, keluar dengan penuh berhias diri, tidakkah kalian perhatikan?! Mereka keluar dari rumahnya dengan berpakaian, namun (pada hakikatnya) telanjang?! Tidakkah kalian memperhatikan keadaan-keadaan para wanita tersebut dengan keadaan yang sangat menyayat hati! Tidakkah kalian memperhatikan para pemuda atau kebanyakan dari mereka yang berhuru-hara dan pesta pora dan segala yang sia-sia dan melalaikan, dan perbuatan mereka yang mengganggu manusia  di jalan-jalan mereka, di rumah-rumah mereka, tidakkah kalian memperhatikan semua itu?! Apa upaya kita untuk memperbaikinya?! Justru yang terjadi kebanyakan media dan kalangan pers menjadikan perkara memerintahkan kepada ma’ruf dan mencegah dari kemungkaran dengan mencela mereka dan menakut-nakuti mereka. Apakah ini termasuk perbuatan amar ma’ruf nahi mungkar?! Padahal kita tidak mengingkari orang-orang yang fasik, yang mereka itu terlalu banyak komentar di media massa dan internet, kita tidak mengingkarinya?! Tidak mengingkari kesalahan mereka?! Akhirnya mereka melakukannya dengan terang-terangan, hingga akhirnya mereka pun terhenti dan terdiam lisan-lisan mereka dari menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar. Mereka itulah yang memahami dari peristiwa yang terlihat nyata mata kepala dengan penafsiran bahwa itu hanyalah peristiwa yang berupa gejolak alam biasa saja, tidak ada kekhawatiran dan rasa takut darinya, mereka menafsirkan semua persitiwa itu sebagai gejolak alam yang biasa terjadi, atau semisalnya. Semua itu adalah ucapan orang-orang yang bodoh atau bahkan kaum munafiqin  atau bahkan kalangan mulhid (orang-orang yang menentang agama). Mereka menjelaskan bahwa berbagai peristiwa yang terjadi bukanlah dari kemurkaan Allah dan bukan pula hukuman dari Allah, tetapi hanya perkara biasa yang secara alami terjadi, sebagaimana yang Allah Subahânahu wa Ta‘âlâ jelaskan.

وَلَقَدْ أَخَذْنَا آلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَذِهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَى وَمَنْ مَعَهُ

“Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Firaun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran. Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata, Itu adalah karena (usaha) kami.’ Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang bersamanya. [Al-A’râf: 130-131]

Mereka berkata, “Kalianlah penyebabnya,” mereka menjadikan Nabi dan Rasul utusan Allah serta para pengikutnya dari kalangan kaum mukminin sebagai sebab terjadinya musibah dan mala petaka. Mereka menganggap kesialan dari kaum mukminin tersebut. Seperti ini juga yang terjadi di tengah orang-orang bodoh di zaman ini, yang mereka melecehkan orang-orang yang baik, mereka melecehakan amar ma’ruf dan nahi mungkar, dengan mengucapkan bahwa orang-orang itulah penyebab keterbelakangan negeri dan ketinggalan dalam berpacu kemajuan alat-alat transportasi yang terjadi di dunia atau semisalnya dari alasan-alasan yang diucapkan. Kita memohon kepada Allah Subhânahu wa Ta’âlâ agar memberi pertolongan untuk agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya dan mengembalikan kaum muslimin kepada-Nya dan memberi anugrah kepada mereka untuk bertaubat dengan ikhlash hanya kepada Allah Azza wa Jalla. Dan semoga Allah senantiasa memberikan kita peringatan dari segala kelalaian, sesungguhnya kelalaian itu adalah perkara yang berbahaya, yang mengundang mara bahaya yang akan datang setelahnya berbagai peristiwa yang sangat dasyhat.

Lâ haula walâ quwwata illa billah! Sungguh telah tampak dalam sejarah, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir dan selain beliau dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah, “Pada tahun 560 H muncul api di Hijaz sekitar kota Madinah, tepatnya di daerah tanah yang tak berpasir kota Madinah, dan juga muncul gunung-gungung berapi, dan juga api-api yang menyala di lembah-lembah, semoga Allah memberi perlindungan, dan adanya bebatuan yang hancur, dan terdengar suara seperti suara petir, terus menerus hal tersebut terjadi pada masa yang lama hingga muncul air yang menghujani api tersebut  di negeri Syam, dan menerangi leher-leher unta di negeri Syam hingga penduduk Taiman dan selainya tidak lagi membutuhkan lentera karena mereka merasakan seperti siang hari di tengah malam gulita hingga hal tersebut berlangsung dan semoga Allah memberi perlindungan. Manusia pun merasakan ketakutan yang dahsyat kemudian berkumpul di Masjid Nabawi. Mereka memohon ampunan, menangis dan bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla, mereka pun merendahkan diri kepada-Nya kemudian Allah angkat musibah tersebut dari mereka.”

Inilah diantara tanda-tanda akan terjadinya hari kiamat, yaitu banyaknya musibah gempa dan keguncangan bumi, runtuhnya berbagai bangunan dan manusia merasakan kepedihan di tengah rumah mereka. Semua itu telah terjadi dan sedang terjadi dan akan semakin dahsyat di akhir zaman. Sungguh hal ini telah dikabarkan oleh Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya kelak di akhir zaman akan banyak terjadi gempa dan keguncangan di muka bumi, akan banyak peristiwa gerhana, dan Allah akan menutup beberapa tempat dari pandangan selainnya dan membinasakan beberapa umat dari selainnya. Dan terhenti bumi bagi mereka dengan keguncangan dan gemuruh hingga berjatuhan berbagai bangunan. Mereka pun lari namun tidak bisa menyelamatkan mereka dengan itu.” Semoga Allah memberi keselamatan kepada kita.

Maka, bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah.

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ وَكَذَّبَ بِهِ قَوْمُكَ وَهُوَ الْحَقُّ قُلْ لَسْتُ عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍ لِكُلِّ نَبَإٍ مُسْتَقَرٌّ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

“Katakanlah, ‘Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian. Atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kalian keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya).’ Dan kaummu mendustakannya (adzab). Padahal adzab itu benar adanya. Katakanlah, ‘Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus urusanmu.’ Untuk tetiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kalian akan mengetahui.” [Al-An’âm: 65-67]

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعنا بما فيه من البيان والذكر الحكيم، أقولٌ قولي هذا واستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين من كل ذنب، فاستغفروه إنَّه هو الغفور الرحيم.

Khuthbah Kedua:

الحمد لله على فضله وإحسانه،وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيماً لشأنه، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه،صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه، وسلم تسليماً كثيرا، أما بعد:

Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah Ta’âlâ. Ambilah pelajaran dari berbagai peristiwa yang nyata terlihat dengan mata kepala di tengah kalian, sebab dengan hal ini lebih mudah untuk membuat hidupnya hati kalian dan hadirnya hati. Adapun orang yang lalai, maka tidaklah bermanfaat tanda-tanda kebesaran dan peringatan tersebut dari kaum yang tidak beriman.

Ingatlah wahai hamba Allah, dengan berbagai persitiwa gempa dan keguncangan yang mengancam penduduk kutub dan sekitarnya, mengancam mereka siang dan malam. Ingatlah dan perhatikanlah berbagai gempa dan keguncangan yang dahsyat tatkala hari kiamat. Allah berfirman,

إِذَا زُلْزِلَتِ الأرْضُ زِلْزَالَهَا وَأَخْرَجَتِ الأرْضُ أَثْقَالَهَا وَقَالَ الإنْسَانُ مَا لَهَا يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat). Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. Dan manusia bertanya, Mengapa bumi (menjadi begini)? Pada hari itu, bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu, manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” [Az-Zalzalah: 1-8]

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian. Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat kerasnya.” [Al-Hajj: 1-2]

Bertakwalah kalian kepada Allah wahai hamba Allah, perbaikilah diri-diri kalian dan juga orang-orang di sekitar kalian, dan juga negeri kalian. Semoga Allah memperbaiki segala urusan kalian dan memberi maaf dari dosa-dosa kalian.

Ketahuilah, bahwasanya sebaik-baik ucapan adalah kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallâllahu ‘alaihi wa sallam, dan sejelek-jelek perkara adalah yang dibuat-buat dan segala kebid’ahan itu adalah kesesatan, dan segala kesesatan itu tempatnya di neraka.

Ketahuilah bahwasanya Allah memerintahkan kalian dengan sebuah perintah yang Ia mulai dari diri-Nya, Ia berfirman,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. [Al-Ahzab: 56]

[Doa Penutup Khuthbah]

Ya Allah, berilah shalawat serta salam kepada hamba-Mu dan utusan-Mu Nabi Muhammad, dan berilah keridhaan-Mu ya Allah, kepada para Khulafa Ar-Rasyidin, para pemuka umat yang berpentunjuk, Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali serta para shahabat seluruhnya, dan juga para tabi’in dan seluruh yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin, hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin, binasakanlah musuh-musuh agama. Dan jadikanlah negeri ini aman dan sentosa serta seluruh negeri kaum muslimin.

Ya Allah, cegahlah kami dari pelampuan batas, penyakit, zina dan keguncangan serta berbagai musibah dan jeleknya fitnah-fitnah baik yang tampak dan tersembunyi.

Ya Allah, perbaikilah pemimpin kami, jadikanlah mereka sebagai pembimbing kepada kebaikan.

Ya Allah, perbaikilah para pemimpin kami, jadikalan pemimpin kami dari kalangan yang terbaiknya dari kami, dan jagalah kami dari kejelekan orang-orang yang berbuat jelek di tengah kami, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan dosa-dosa kami, dan jangan pula membuat kami tidak takut kepada Engkau, dan janganlah Engkau menahan rahmat-Mu kepada kami, wahai Engkau Yang Maha Merahmati.

Ya Allah, tolonglah Islam dan kaum muslimin di setipa tempat, wahai Rabb alam semesta.

Ya Allah, tolonglah agama-Mu, dan kitab-Mu serta sunnah Nabi-Mu dan hamba-hamba-Mu kaum mukminin.

Ya Allah, jadikanlah setiap orang yang ingin merusak Islam dan kaum muslimin menjadi sibuk dengan dirinya sendiri, dan tahanlah tipu dayanya ke lehernya sendiri. Jadikanlah segala makarnya pada dirinya sendiri, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

عبادَ الله، (إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ)،(وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلا تَنقُضُوا الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمْ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ)، فاذكروا اللهَ يذكُرْكم، واشكُروه على نعمِه يزِدْكم، ولذِكْرُ اللهِ أكبر، واللهُ يعلمُ ما تصنعون.

[Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/1778]

Subscribe

Ikuti terus manfaat di Alfawzan.Net dengan berlangganan artikel via email dibawah ini. Jangan lupa cek email Anda untuk menyetujui layanan ini.