2 Safar 1439 :: 22 October 2017

Sungguh Sholat adalah Kewajiban yang telah Ditentukan Waktunya bagi Kaum Mukminin

Diposting : 19 Muharram 1436 H / View : 5016x Tags: , ,

Sungguh Sholat adalah Kewajiban yang telah Ditentukan Waktunya bagi Kaum Mukminin Khutbah pertama

Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta. Dialah yang telah menjadikan shalat sebagai kewajiban yang telah ditentukan waktunya bagi kaum mukminin.

Dan saya bersaksi bahwasanya tidak ada sembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan tidaklah kita beribadah kecuali hanya kepada-Nya dengan mengikhlaskan agama hanya untuk-Nya.

Dan saya bersaksi bahwasanya Muhammad itu adalah hamba dan rasul-Nya, seorang yang jujur lagi terpercaya, semoga shalawat tercurah dari Allah untuk beliau, kepada keluarga dan para shahabatnya juga para tabi’in serta seluruh yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir, dan juga semoga salam untuknya dengan salam yang sangat banyak.

Wahai sekalian manusia!

Kalian semua telah mengetahui –semoga Allah memberi taufik kepada kalian semua- bahwasanya shalat adalah tiangnya agama Islam, dan juga merupakan rukun yang kedua dari rukun-rukun Islam dan barangsiapa yang menjaganya berarti ia telah menjaga agamanya, barangsiapa yang menelantarkannya berarti ia telah menelantarkan agamanya. Allah berfirman,

إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sungguh mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan.” [Al-Ankabût: 45]

Shalat adalah perkara yang pertama dihisab dari seorang hamba dari amalannya kelak pada hari kiamat, jika amalan shalatnya diterima maka diterima pula seluruh amalannya, dan jika ditolak maka ditolak pula seluruh amalannya. Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman,

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Peliharalah semua shalat (kalian), dan (peliharalah) shalat wustha`. Dan berdirilah untuk Allah (dalam shalat kalian) dengan khusyu’.” [Al-Baqarah: 238]

Dan juga Allah berfirman,

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلاتِهِمْ يُحَافِظُونَ أُولَئِكَ فِي جَنَّاتٍ مُكْرَمُونَ

Dan orang-orang yang memelihara shalatnya, mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.” [Al-Ma’ârij: 34-35]

Dan dalam firman-Nya,

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yakni) Yang akan mewarisi surga firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” [Al-Mu`minûn: 9-11]

Kewajiban shalat tidaklah gugur dari seorang muslim selama ia hidup di dunia, Nabi shallallâhu ’alaihi wa sallam bersabda, “Bagi yang sakit, kerjakanlah shalat dengan duduk, jika tidak mampu maka dengan berbaring”. Dan dalam sebuah riwayat, “Dan jika tidak mampu, maka bentangkanlah kakinya mengahadap ke arah kiblat”. Tidaklah pula gugur walaupun dalam kondisi yang kecam menakutkan. Alah berfirman,

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالا أَوْ رُكْبَانًا فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

Peliharalah semua shalat (kalian), dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalat kalian) dengan khusyu’. Jika kalian dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kalian telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kalian apa yang belum kalian ketahui.” [Al-Baqarah: 238-239]

Pada lafazh, “…berjalan atau berkendaraan.”, maksudnya adalah laksanakan shalat dalam keadaan berjalan kaki atau dalam keadaan di atas kendaraan tatkala kalian meninggalkan musuh. Dalam keadaan menghadap kemanapun, (baik) menghadap ke kiblat atau tidak menghadap ke kiblat pada posisi lari dari musuh.

فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالا أَوْ رُكْبَانًا فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

Kemudian apabila kalian telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kalian apa yang belum kalian ketahui.

Dan juga pada ayat lain, Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman kepada Nabi-Nya,

وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاةَ

Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka”. [An-Nisâ`: 102]

Ini dalam kondisi ketakutan yang dahsyat tatkala hadirnya musuh mendekati mereka untuk menyerang mereka. Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman kepada rasul-Nya shallallâhu ’alaihi wa sallam,

(وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمْ الصَّلاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِنْ وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُمْ مَيْلَةً وَاحِدَةً)

“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakang kalian (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kalian lengah terhadap senjata kalian dan harta benda kalian, lalu mereka menyerbu kalian dengan sekaligus.” [An-Nisâ`: 102]

Maka shalat itu tidaklah gugur bagi orang yang sakit, tidak pula dari orang yang sedang mengalamai ketakutan dan orang yang musafir. Allah Jalla wa ‘Alâ berfirman:

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الأرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلاةِ

Dan apabila kalian bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kalian mengqashar shalat (kalian).” [An-Nisâ`: 101]

Dan pernah Nabi shollallohu ‘aihi wa sallam melaksanakan shalat dalam perjalanan-perjalanan sauh beliau, beliau meringkas dari shalat yang empat raka’at, ini semua menunjukkan akan pentingnya shalat, bahkan jika kondIsi menuntut untuk melaksanakan shalat dengan dijama’ atara dua shalat dalam satu waktu dari salah satu waktu shalat tersebut dikarenakan safar (perjalanan jauh; penj.) atau dikarenakan sakit, maka Allah telah memberikan keringanan untuk hal tersebut baginya, karena menjama’ dua shalat di satu waktu sekaligus pada salah satu waktu dari kedua waktu shalat tersebut, baik di kedepankan (taqdim) atau diakhirkan (ta’khir) itu adalah wujud kelembutan dengannya dan juga sebagai bentuk penjagaan dan pemeliharaan terhadap shalat.

Maka, shalat tidaklah gugur  dalam segala keadaan, barangsiapa yang meninggalkannya dengan sengaja, ia telah kafir keluar dari agama Islam, murtad keluar dari Islam menjadi kafir jika meninggalkan shalat dengan sengaja, ia murtad berdasarkan kesepakatan Ulama’ kaum Muslimin, ia diminta bertaubat apabila telah bertaubat dan menjaga shalatnya dan apabila tidak ia laksanakan maka iapun bisa dihukum dengan diperangi sebgai orang yang murtad, adapun jika ia meninggalkannya hanya karena malas namun dengan tetap menyakini akan kewajibannya maka ia harus diperintahkan untuk melaksanakannya dan ia harus diberikan pengajaran dan hukuman karena telah meninggalakannya.

Bahkan, ada dari para peniliti dari kalangan para Ulama’ memberikan hukum kafir bagi seperti orang yang mengingkari kewajibannya tanpa membedakan antara keduanya, hal ini menunjukkan akan pentingnya kedudukan shalat, lalu bagaimankah kiranya jika shalat itu ditelantarkan?

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pertama kali yang akan dicabut dari Agama kalian kelak adalah amanah, dan yang terakhirnya adalah shalat”, maka jika ia telah hilang, tidak ada lagi yang tersisa dari agama sedikitpun sebagaimana dijelaskan dalam hadits ini, dan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam member wasiat di akhir hidupnya tatkala beliau menderita sakaratul maut (menjelang wafat; penj.), beliau bersabda: “wahai hamba Allah!, jagalah Shalat, shalat, shalat!, dan juga sumpah-sumpah kalian!”, terus menerus beliau mengulangi wasiatnya hingga terasa berat lisan beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam, inilah shalat yang dianggap remeh oleh banyak orang-orang yang menyadarkan dirinya kepada Islam, mereka berkata: “Islam itu bukan dengan Shalat!, Islam itu di hati!”, jikalau memang Islam itu di hati sudah tentu pasti shalat tidak akan ditinggalkan, karena Islam itu di hati, di lisan dan di amalan juga akan tampak pada seluruh anggota tubuhnya dengan amalan, adapun jika dikatakan: “Shalat dan iman itu di hati”, lalu meninggalkan shalat, maka ini menunjukkan tidaklah ada sama sekali di hatinya Iman dan Islam, karena apabila di hatinya ada iman dan Islam seudah tentu ia akan tidak meninggalkan Shalat.

Maka, bertakwalah kepada Allah!, wahai hamba Allah!, jagalah shalat-shalat kalian, tunaikanlah sebagaimana yang diperintahkan Allah, pada waktunya, bersama dengan jama’ah kaum muslimin, karena orang-orang kafir kelak di hari kiamat tatkala ditanya:

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ

Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” QS. Al Mudatsir: 42.

Maksudnya: Apa penyebab yang membuat kalian masuk ke dalam neraka?

قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ

Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak Termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,” QS. Al Mudatsir: 43.

Ini jawaban pertama;

قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ

“Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak Termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan Kami tidak (pula) memberi Makan orang miskin, dan adalah Kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah Kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada Kami kematian”. Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at.” QS. Al Mudatstsir: 42-48.

بارك الله ولكم في القرآن العظيم ونفعنا بما فيه من البيان والذكر الحكيم، أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين من كل ذنب فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.

Semoga Allah memberkahi kalian, dengan Al Qur’an al ‘Adhzim, dan memberik kemanfaatkan kepada kita dari apa yang ada padanya dari keterangan-keterangan dan peringatan yang penuh dengan hikmah.

Inilah yang saya ucapkan, dan saya memohon ampunan kepada Allah bagiku dan untuk kalian serta untuk seluruh kaum muslimin dari segalah dosa, maka mohonlah ampunan kepada-Nya, sesunguhnya Ia maha pengampun dan penyanyang.

Khutbah ke dua:

الحمد لله على فضله وإحسانه، وأشكره على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه، وسلم تسليماً كثيرا.

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang terlupakan dari shalatnya atau tertidur darinya, maka ia kerjakan shalat tersebut segera tatkala ingat atau bangun dan tidak ada tebusan baginya kecuali hanya dengan  melaksanakannya saja”, maka shalat tidaklah gugur dengan kelupaan dan ketiduran, bahkan wajib bagi seorang muslim untuk menunaikannya dan tidak meniggalkannya, dengan beralasan: ‘Diberikan udzur (untuk meninggalkannya; -penj.) bagi yang lupa dan ketiduran’, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam beberapa perjalanan yang mereka lakukan dan mereka berpergian di waktu malam, tatkala tiba waktu shubuh di akhir malam, merekapun singgah untuk berisitirahat, dan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam memerintahkan Bilal rodhiallohu ‘anhu untuk menunaikan (mengumandangkan adzan untuk ;-penj.) shalat subuh, akan tetapi mereka tertidur, dan juga bersama mereka Bilal tertidur dikarenakan begadangnya mereka hingga merekapun tidaklah terbangun kecuali karena adanya sengatan terik cahaya matahari, maka Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dimana engkau wahai Bilal?!”, Beliau menajwab: “Wahai Rasulullah, aku mengalami sebagaimana yang engkau alami”, maksudnya ketiduran, maka Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka untuk berpindah dari tempat mereka itu ke tempat dekat yang lain, kemuidan mereka berwudhu’ setelah itu merekapun menunaikan shalat sunnah sebelum Shubuh, kemudian beliau memerintahkan Bilal untuk iqomah hingga merekapun melaksanakan shalat subuh di waktu dhuha (matahari telah terbit setinggi tombak; penj.).

Maka tidak ada alasan untuk meninggalkan shalat dan tidak ada udzur bagi seorang muslim untuk meninggalkan shalat tersebut bagaimanapun keadaannya, karena shalat itu adalah sebuah kewajiban fardhu bagi setiap muslim, brangsiapa yang menelantarkannya, sungguh ia telah menelantarkan agamanya, dan barangsiapa yang menjaganya, maka ia telah menjaga agamanya, sebagaimana yang telah Alloh jalla wa ‘ala firmankan:

إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain)”. QS. Al Ankabut: 45.

Dan sungguh, para Shohabat rodhiallohu ‘anhum dulu sangat antusias dan semangat terhadap shalat dan menghadiri shalat, sbegaimana yang disampaikan oleh Abdullah bin Mas’ud rodhiallohu ‘anhu: “Sungguh, kami telah melihat bahwasanya tidaklah ada yang tertinggal dari shalat itu kecuali munafik yang jelas diketahui kemunafikannya, dan sungguh ada orang yang didatangkan dengan dituntun di tengah dua orang”, maksudnya, jika ada yang sakit atau sudah lanjut usia dihadirkan dengan dituntutn ditengah dua orang hingga ia berdiri di tengah shof.

Ini menunjukkan bahwa mereka tidaklah meninggalkan shalat karena udzur, tidak karena sakit dan tidak pula yang lainnya, tetapi semuanya melaksanakan shalat sesuai kemampuannya dari udzur-udzur yang mereka alami. Sehingga, shalat itu tidaklah gugur karena kondisi-kondisi yang ada, akan tetapi seorang muslim menunaikannya sesuai dengan kemampuannya, Allah jalla wa ‘ala berfirman:

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu” QS. At Taghobun: 16.

Demikianlah shalat.

Shalat itu adalah pangkal agama Islam, orang yang tidak menunaikan shalat bukanlah seorang Muslim, karena jikalau ia muslim maka tentu akan terlihat darinya pangkal Keislaman yaitu dengan shalat dan semangat untuk shalat. Dan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam berwasiat untuk memerintahkan anak kecil apabila telah berusia tujuh tahun agar diperintahkan mereka itu untuk shalat, beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat tatkala mereka telah berusia tujuh tahun, dan berilah merka pukulan dikarenakan shalat (jika menelantarkannya; penj.) tatkakal mereka telah berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka”, lalu bagaimana bagi orang-orang yang menelantarkan anak-anak mereka, sementara mereka berada di atas ranjang-ranjang mereka dan di rumah-rumah dan mereka meinggalkan anak-anak tersebut.

Wahai para hamba Allah!, jauhilah bergadang di malam hari, karena begadang itu menyebabkan terlantarnya shalat dan berat ketika melaksanakannya, tidurlah di awal malam agar kalian bisa bangun di akhir malam, kalian memang membutuhkan tidur tetapi janganlah jadikan tidur kalian di waktu shalat kalian.

إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” QS. An Nisa: 103.

Bertakwalah kalian kepada Allah!, beribadahlah kepada Allah dengan shalat kalian, jagalah shalat itu, dan perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat dan juga perintahkanlah semua orang yang berada di rumah kalian;

قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” QS. At Tahrim: 6.

Maka, bertakwalah kalian kepada Allah wahai hamba Allah!, ketahuilah –semoga Allah merahmati kalian- bahwasanya sebaik-baik pembicaraan adalah kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shollalohu ‘alaihi wa sallam, dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang baru, dan setiap bid’ah itu adalah kesesatan, dan wajib bagi kalian untuk bersama jama’ah kaum muslimin karena tangan Allah itu bersama dengan jama’ah dan barang siapa menyimpang, maka ia akan disimpangkan ke nereaka.

(Berikut penutup Khutbah):

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab: 56).

اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّم على عبدك ورسولك نبيَّنا محمد، وعلى أهله وأصحابه ومن تبعهم بإحسانٍ إلى يومِ الدين.

Ya Allah!, berilah sholawat serta salam kepada hamba-Mu dan Rasul-Mu, nabi kita Muhammad, dan kepada para keluarganya serta shohabat beliau dan untuk semua yang mengikuti beliau dengan baik hingga hari akhir.

(Berikut do’a di penutup Khutbah):

Ya Allah!,muliakannlah Islam dan kaum muslimin, dan hinakanlah kesyirikan dan kamu musyrikin, dan binasakanlah musuh-musuh agama, dan jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan tenang dan juga seluruh negeri kaum muslimin secara umum, wahai Robb alam semesta.

Ya Allah!, jagalah negeri ini dengan keamanan dan ketenangan.

Ya Allah!, jauhkan kami dan kaum muslimin dari segala kejelekan dan segela yang tidak disukai.

Ya Allah!, tahanlah bagi kami dari segala kejahatan orang-orang kafir, seungguhnya Engkaulah yang paling keras siksaan dan balasan.

Sesungguhnya, orang-orang kafir itu tidaklah bisa mengusai kaum muslimin kecuali disebabkan kelalaian mereka terhadap agama mereka dan disebabkan kemalasan mereka terhadap perintah Allah kepada mereka dan peremehan mereka terhadap segala perintah Allah, maka jika kaum muslim ingin agar Allah menjaga mereka, dan agar Allah melindungi negeri dan tanah air mereka maka hendaknya mereka berpegang teguh kepada Agama mereka, sebab tidaklah ada kemuliaan bagi mereka dan tidak ada pula penghalang bagi mereka dari kebinasaan dan musuh kecuali hanya dengan berpegang teguh dengan agama ini, tidaklah bisa menjadi baik ummat belakangan ini kecuali dengan perkara yang telah membuat baik ummat generasi awalnya.

Ya Allah!, tolonglah Islam dan kaum muslimin di setiap tempat.

Ya Allah!, binasakanlah musuh-musuh agama di setiap tempat.

Ya Allah!, perbaikilah pemerintah kami.

Ya Allah!, satukanlah kalimat mereka di atas kebenaran.

Ya Allah!, berilah mereka petunjuk kepada jalan petunjuk.

Ya Allah!, berilah mereka taufik kepada segala hal yang bisa memperbaiki keadaan mereka dan memperbaiki Islam dan kaum muslimin.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Wahai Robb kami, terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui“.

Wahai hamba Allah!

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

فاذكروا الله يذكركم، واشكُروه على نعمه يزِدْكم، ولذِكْرُ الله أكبرَ، والله يعلمُ ما تصنعون.

Ingatlah Allah!, maka Ia-pun akan mengingat kalian, bersyukurlah pada-Nya terhadap nikmat-nikmatNya, Ia-pun akan menambah nikmat untuk kalian.

Dan Sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar, dan Allah maha mengetahui terhadap apa yang kalian lakukan.

خطبة الجمعة 27-05-1435هـ

Khutbah Jum’at 27-05-1435H

Sumber : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/15161

Subscribe

Ikuti terus manfaat di Alfawzan.Net dengan berlangganan artikel via email dibawah ini. Jangan lupa cek email Anda untuk menyetujui layanan ini.