2 Safar 1439 :: 22 October 2017

Islam dan Syirik

Diposting : 19 Muharram 1436 H / View : 1662x Tags: ,

Islam dan SyirikKhutbah Pertama

Segala pujian hanya milik Allah Rabb alam semesta, yang telah menyempurnakan agama kita dan menjadikan kita sebagai kaum muslimin.Aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan kita tidak menyembah siapapun selain Dia seraya memurnikan ibadah hanya untuk-Nya. Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, yang diutus sebagai rahmat bagi alam semesta -semoga shalawat dan salam yang berlimpah senantiasa tercurah kepada beliau, keluarga beliau, para shahabat beliau, para tabi’in, dan semua yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat-.

Amma ba’du:

Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah Ta’âlâ dan bersyukurlah atas semua nikmat-Nya atas kalian, tatkala Dia menjadikan kalian sebagai kaum muslimin. Kenalilah makna Islam agar kalian bisa konsisten dengannya di atas ilmu.Dan janganlah kalian tergolong orang-orang yang mengklaim diri sebagai kaum muslimin namun sebenarnya mereka menentang Islam.

Wahai hamba Allah, Islam -sebagaimana yang didefinisikan para ulama- adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk kepada-Nya dengan ketaatan, serta berlepas diri dari kesyirikan dan para pelakunya.

Inilah tiga hal yang Islam tidak akan terwujud kecuali dengannya:

Pertama: Berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya

Yakni dengan beribadah hanya kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya. Banyak orang yang mengaku muslim namun ternyata mereka terjatuh dalam kesyirikan dengan cara beribadah kepada para wali dan orang-orang shalih. Mereka mendekatkan diri kepada para wali ini, mereka meyakini bahwa para wali ini adalah pemberi syafaat bagi mereka di sisi Allah, dan bahwa para wali ini bisa mendekatkan mereka kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Ini merupakan musibah besar yang ditimpakan oleh syaithan kepada banyak orang yang mengaku muslim namun hakikatnya mereka menyembah kepada selain Allah dengan perbuatan dan keyakinan mereka.

Kedua: Tunduk kepada-Nya dengan ketaatan

Maka siapa saja yang berserah diri kepada Allah, ikhlas kepada-Nya, dan mengikuti Rasulullahshallallâhu alaihi wasallam, niscaya dia akan tunduk kepada semua perintah Allah dan Rasul-Nya shallallâhu alaihi wasallam. Dia akan menjalankan apa saja yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan dan dia akan meninggalkan apa saja yang Allah dan Rasul-Nya larang. Sehingga jika ada pelanggaran dengan meninggalkan sebagian kewajiban atau melanggar sebagian yang diharamkan, maka pelanggaran itu akan mengurangi kesempurnaan Islam secara terang-terangan, atau bahkan menghilangkannya, wal ‘iyâdzu billâh.

Ketiga, dan ini merupakan hal yang sangat penting namun banyak orang yang lalai darinya, bahkan di zaman sekarang, mereka menyuarakan untuk menghapuskannya dan memperingatkan kaum muslimin darinya, yaitu: Berlepas diri dari para pelaku kesyirikan, berlepas diri dari agama kaum musyrikin dan meyakini bahwa agama mereka adalah kebathilan, berlepas diri dari para pelaku kesyirikan, tidak mencintai mereka, tidak menolong mereka, tidak membela mereka, dan tidak memuji mereka.

Ini adalah kewajiban dari setiap muslim, dan inilah agama Ibrahim ‘alaihishshalâtu wassalâm yang kita diperintah untuk mengikutinya. Allah Ta’âlâ berfirman,

(قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَداً حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ)

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia.Ketika mereka berkata kepada kaum mereka, “Sesungguhnya kami berlepas diri terhadap kalian dari apa yang kalian sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja.” (Al-Mumtahanah: 4)

Ibrahim ‘alaihishshalâtu wassalâm berlepas diri dari ayahnya tatkala beliau mengetahui bahwa ayahnya adalah musuh Allah. Allah Ta’âlâ berfirman:

(فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لأَوَّاهٌ حَلِيمٌ)

“Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya.Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.” (At-Taubah: 114)

Allah Jalla wa ‘Alâ berfirman,

(لا تَجِدُ قَوْماً يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُوْلَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمْ الإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُوْلَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمْ الْمُفْلِحُونَ)

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya.Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun ridha terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah.Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itu adalah golongan yang beruntung.” (Al-Mujâdilah: 22)

Ada sebagian orang yang berdakwah kepada Allah dan berdakwah kepada Islam yang tidak mengetahui hakikat agama Islam. Seandainya engkau bertanya kepada mereka,“Apa itu Islam?”, dia tidak akan bisa menjawab dengan jawaban yang benar. Hal itu karena mereka tidak menuntut ilmu, mereka tidak mempelajari apa itu Islam, dan mereka tidak mempelajari dengan benar aqidah yang dibangun di atas Al-Kitab dan As-Sunnah. Mereka berpikir bahwa Islam adalah apa yang diamalkan oleh orang-orang, walaupun sebenarnya itu bertentangan dengan syariat Allah. Semua ini merupakan buah dari kebodohan.Karena urgensi dan wajibnya mengajarkan Islam kepada umat manusia, Jibril mendatangi Nabi shallallâhu alaihi wasallam ketika beliau sedang duduk di tengah-tengah shahabat beliau.Tatkala mereka duduk-duduk di sisi Nabi shallallâhu alaihi wasallam, tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang sangat putih bajunya dan sangat hitam rambutnya. Tidak nampak bekas-bekas dia telah mengadakan perjalanan dan tidak ada seorang pun di antara mereka yang mengenalnya.Lelaki itu kemudian duduk di hadapan Nabi shallallâhu alaihi wasallam, seraya merapatkan kedua lututnya dengan kedua lutut Nabi shallallâhu alaihi wasallam dan dia meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha beliau. Beginilah cara duduk seorang penuntut ilmu tatkala dia berada di depan gurunya. Lelaki itu kemudian berkata, “Wahai Muhammad, kabarkan kepadaku tentang Islam!”Beliau menjawab, “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan berhaji ke Ka’bah jika engkau mampu mengadakan perjalanan ke sana.” Lelaki itu menjawab, “Engkau benar.” Para shahabat yang hadir berkata, “Kami heran kepadanya, karena dia yang bertanya, namun dia sendiri yang membenarkan jawabannya.”

Lelaki itu kembali berkata, “Kabarkan kepadaku tentang iman!” Beliau menjawab, “Iman adalah engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” Dia menjawab, “Engkau benar.

Kabarkan kepadaku tentang ihsan!”Beliau menjawab, “Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya.Jika engkau tidak melihat-Nya, maka yakinlah Dia melihatmu.”Dia menjawab, “Engkau benar.

Kabarkan kepadaku tentang hari kiamat!”Beliau menjawab, “Yang ditanya tentangnya tidak lebih mengetahui daripada yang bertanya.”Dia berkata, “Kabarkan kepadaku mengenai tanda-tandanya!”Beliau menjawab, “Budak wanita melahirkan tuannya, engkau menjumpai orang-orang yang tidak mengenakan alas kaki, tidak berpakaian, lagi lemah, namun mereka berlomba-lomba membangun bangunan.”Kemudian lelaki itu berdiri dan pergi.Nabi shallallâhu alaihi wasallam lalu bersabda, “Cari lelaki tadi!”Maka mereka keluar mencarinya, namun mereka tidak menemukannya.Nabi shallallâhu alaihi wasallam kemudian bersabda, “Dia adalah Jibril, yang mendatangi kalian guna mengajarkan kepada kalian mengenai agama kalian.”

Hadits ini menunjukkan wajibnya setiap manusia mempelajari agama Islam, wajibnya masuk ke dalamnya berdasarkan ilmu, dan wajibnya menjalankan Islam sesuai dengan yang diperintahkan, agar dia bisa menjadi seorang muslim yang sebenarnya, bukan seorang muslim yang hanya ikut-ikutan atau sekadar mengaku muslim. Maka kita wajib bertakwa kepada Allah dengan agama kita, yaitu dengan kita mengetahui dan mengamalkannya, serta meninggalkan apa yang dilarang. Karena agama itu merupakan keselamatan kita, kebaikan kita, keberuntungan kita, dan bekal yang kita raih di dunia ini. Allah Ta’ala berfirman:

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)

Janganlah sekali-kali kalian meninggal kecuali kalian sebagai seorang muslim. Berpegang teguhlah dengan agama ini hingga kematian mendatangi kalian, agar kalian bisa meninggal dan berjumpa dengan Allah Jalla wa ‘Alâ dalam keadaan seperti itu. Allah Ta’âlâ berfirman:

(وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمْ الدِّينَ فَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ)

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub.(Ibrahim berkata),‘Hai anak-anakku!Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagi kalian, maka janganlah kalian mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” (QS. al Baqarah: 132)

Dan itu dengan cara berkomitmen terhadap agama ini dan mengamalkannya, serta meninggalkan semua amalan yang membahayakan dan menafikannya seumur hidup agar ketika ajal menjemputnya, dia tetap berada di atas agama Islam. Karena siapa saja yang meninggal di atas Islam maka dia akan masuk surga, dan siapa saja yang meninggal di atas kekafiran dan kesyirikan maka dia akan masuk neraka. Dan siapa saja yang meninggal di atas Islam namun dia mempunyai dosa-dosa besar berupa maksiat dan penentangan yang derajatnya di bawah kesyirikan, maka dia diperhadapkan dengan ancaman Allah. Jika Allah menghendaki maka Dia akan memaafkannya, dan jika Dia menghendaki maka Dia akan menyiksanya akibat dosa-dosanya, namun dia akan keluar dari neraka setelah disiksa dan akhirnya akan dimasukkan ke dalam surga.Wahai hamba Allah, inilah agama Islam. Maka mari kita mengenalnya, mempelajarinya, dan berkomitmen dengannya.

Beberapa tahun belakangan, para penduduk negeri ini giat untuk mengajari masyarakat awam, mereka mengajari masyarakat tentang Islam di masjid-masjid, mengajari mereka tentang agama mereka, dan mengajari mereka tentang hukum-hukum Islam sehingga mereka bisa berkomitmen dengannya. Namun sekarang, kita tidak lagi bisa menemukan orang-orang yang melakukan semua itu dan orang-orang yang bertanya tentangnya.Bahkan banyak orang yang tergolong akademisi dan mempunyai gelar-gelar akademik yang tinggi, namun mereka tidak mengetahui hakikat agama Islam. Jika engkau bertanya kepada mereka,“Apa itu Islam?”niscaya mereka tidak akan mampu menjawab karena mereka tidak serius dalam  mempelajarinya. Dan mereka tidak akan mengetahui hakikat agama Islam sampai mereka berkomitmen dengannya berdasarkan ilmu, memperingatkan manusia dari kebalikan Islam dan semua amalan yang bertentangan dengannya atau mengurangi kesempurnaannya.

Wahai hamba Allah, bertakwalah kepada Allah dan kenalilah semua urusan agama kalian, agar kalian mampu mewujudkan syariat Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ. A’udzu billahi minasysyaithanirrajim:

(وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الأُمُورِ)

“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. (QS. Luqman: 22)

Semoga Allah memberkahi kita semua dengan Al-Qur`an Al-Azhim, memberikan manfaat kepada kita dengan penjelasan dan zikir penuh kebijaksanaan yang terdapat di dalamnya.Aku ucapkan semua ini seraya meminta ampun kepada Allah untuk kita bersama dan untuk semua kaum muslimin.Karena itu minta ampunlah kepada-Nya, karena sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

Khutbah Kedua

Segala pujian hanya milik Allah atas semua keutamaan dan kebaikan-Nya, dan aku bersyukur kepada-Nya atas taufik dan anugerah-Nya.Aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, sebagai pengagungan terhadapNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya -shalawat dan salam yang berlimpah kepada beliau, kepada keluarga beliau, para shahabat beliau, dan siapa saja yang mencari hidayah dengan petunjuknya dan berkomitmen dengan sunnahnya.

Amma ba’du:

Wahai sekalian manusia, setelah kalian mengetahui besarnya nikmat Allah atas kalian dengan agama Islam ini dan setelah kalian mengetahui hakikat dari agama Islam, maka wajib atas kalian untuk memohon kepada Allah kekokohan di atas agama ini.Karena banyak orang yang dulunya mengetahui agama Islam dan memeluknya, belakangan mereka tersesat, murtad, dan menyimpang darinya karena banyaknya fitnah (ujian) di zaman ini yang melemahkan keimanan manusia.Fitnah ini masuk ke dalam rumah-rumah mereka, bahkan ke tempat-tempat tidur mereka.Mereka mendengar dan melihat fitnah-fitnah ini melalui saluran TV satelit, internet, dan sarana informasi lainnya yang menyajikan untuk mereka berbagai kerancuan pola pikir dan seruan menuju penyimpangan.Semua sarana ini menyeru mereka agar tidak butuh kepada Islam dan menghalangi mereka darinya, hingga sekarang mereka berubah menjadi orang-orang yang murtad, setelah sebelumnya mereka adalah kaum muslimin, bahkan mereka tergolong dai-dai. Setelah sebelumnya mereka tergolong orang-orang yang mempelajari Islam, mereka kemudian menyimpang dan menjadi orang-orang yang berdebat tentang Allah Azza wa Jalla dan berdebat tentang agama Allah. Ini merupakan fitnah. Kita mengkhawatirkan diri kita sendiri, jangan sampai apa yang menimpa mereka juga menimpa diri kita. Karenanya, kita harus takut terhadap fitnah.

Kita memohon kepada Allah kekokohan di atas agama ini sampai hari dimana kita berjumpa dengan-Nya dalam keadaan tidak termasuk golongan orang-orang yang mengganti dan merubah agamanya.Karena sungguh itu merupakan fitnah besar yang Nabi shallallâhu alaihi wasallam telah kabarkan dan peringatkan kita tentangnya. Di antaranya adalah sabda beliau shallallahu alaihi wasallam:

بَدَأَ اْلإِسْلَامُ غَرِيباً وَسَيَعُودُ غَرِيباً كَمَا بَدَأَ فَطُوبَى لِلْغُرَبَاء

“Islam muncul pertama kali sebagai suatu ajaran yang asing, dan kelak akan kembali menjadi asing sebagaimana awalnya.Maka beruntunglah orang-orang asing tersebut.”

Perhatikanlah, di zaman sekarang, seorang muslim menjadi orang yang asing di tengah orang-orang yang mengaku muslim, maka bagaimana lagi jika di tengah orang-orang kafir.

‘Orang asing’: Orang asing adalah orang yang berada di tengah orang-orang yang bukan keluarganya, tidak sejenis dengannya, dan tidak berada di daerahnya. Inilah yang dikatakan orang asing.

‘Dan kelak akan kembali menjadi asing’: Islam akan menjadi asing di negeri Islam sendiri, lâ haula walâ quwwata illâ billâh.

‘Maka beruntungllah orang-orang asing tersebut’.

Mereka bertanya, “Siapakah orang-orang yang asing itu, wahai Rasulullah?”Beliau menjawab, “Mereka yang memperbaiki ketika manusia sudah rusak.”Dalam sebuah riwayat, “Mereka yang memberbaiki apa yang dirusak oleh manusia.”

Maka sepatutnya kita harus takut akan hal itu, dan hendaknya kita berkomitmen dengan agama kita serta bersabar atasnya, dan hendaknya kita waspada dari berbagai fitnah, para penyeru kesesatan dan keburukan. Hendaknya kita khawatir akan agama kita, agama anak-anak kita, dan agama saudara kita sesama muslim. Hendaknya kita saling memperingatkan akan hal ini. Dan tidak mungkin engkau bisa berkomitmen dengan agama ini secara benar kecuali jika engkau mempelajari dan mengenalnya.Jika engkau mempelajarinya dengan pengajaran yang benar dan engkau mempelajarinya dari orang yang berilmu, niscaya engkau bisa berkomitmen dengannya.Adapun sekadar menisbatkan diri kepada Islam tanpa pengetahuan terhadapnya, maka itu tidak ada manfaatnya. Dia akan menyimpangdarinya hanya dengan hembusan fitnah terlemah sekalipun. Kita memohon keselamatan dari Allah.

Wahai hamba Allah, bertakwalah kepada Allah dan waspadalah dari para penyeru keburukan dan kesesatan. Waspadalah dari berbagai kerancuan pemikiran yang menyesatkan, yang laris manis di tengah- tengah manusia di zaman ini, yang disuguhkan oleh berbagai sarana informasi. Karena tidak ada yang bisa selamat darinya kecuali orang yang diberi taufik oleh Allah, yang mengenal Allah dengan pengenalan yang benar, yang mengenal hakikat dari agama Islam, dan bersabar di atasnya sampai dia berjumpa dengan Rabbnya Azza Wa Jalla.

Kita memohon kepada Allah kekokohan di atas agama-Nya dan agar Dia berkenan menjauhkan kita semua dari berbagai fitnah, yang nampak maupun yang tersembunyi.Kemudian wahai hamba Allah, ketahuilah bahwa ucapan terbaik adalah kitab Allah dan petunjuk terbaik adalah petunjuk Muhammad shallallâhu alaihi wasallam.Amalan terburuk adalah amalan yang diada-adakan, karena semua bid’ah adalah kesesatan, dan semua kesesatan berada dalam neraka.Hendaknya kalian terus bersama al-jamaah, karena tangan Allah berada di atas al-jamaah.Dan siapa saja yang bersendirian, maka dia sendirian menuju ke dalam neraka. Allah Ta’ala berfirman:

(إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً)

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”(QS. al Ahzab: 56)

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan keselamatan kepada hamba dan rasul-Mu, nabi Kami Muhammad.Ya Allah, ridhailah para khalifahnya yang mendapat petunjuk, para imam yang mendapatkan hidayah; Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali.Juga para shahabat beliau seluruhnya, para tabi’in, dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari pembalasan.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin, hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin, dan binasakanlah semua musuh agama-Mu. Jadikanlah negeri ini dan semua negeri kaum muslimin sebagai negeri yang aman lagi tentram, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, siapa saja yang menghendaki keburukan terhadap diri Kami atau agama Kami atau negeri Kami, maka buatlah dia sibuk dengan dirinya sendiri, kembalikanlah tipu dayanya hingga mengenai dirinya sendiri, dan jagalah Kami dari keburukannya, sesungguhnya Engkau Maha Mampu atas segala sesuatu.

Ya Allah, jagalah agama ini dan tolonglah hamba-hamba-Mu yang bertauhid.Ya Allah, jadikanlah keburukan pada kesyirikan, kaum musyrikin, pengikut kesesatan, dan orang-orang yang menyimpang, wahai Rabb semesta alam.Ya Allah, perbaikilah pemerintah Kami, jadikanlah mereka sebagai para pemberi petunjuk yang mendapatkan hidayah, dan arahkanlah mereka menuju kebenaran, wahai Rabb semesta alam.Ya Allah, bantulah agama-Mu dengan perantaraan mereka (pemerintah), tinggikanlah kalimat-Mu dengan perantaraan mereka, dan jagalah semua negeri kaum muslimin dengan perantaraan mereka, wahai Rabb semesta alam.

Ya Allah, siapa saja yang menghendaki keburukan terhadap diri Kami atau terhadap Islam dan kaum muslimin, maka buatlah dia sibuk dengan dirinya sendiri, kembalikanlah tipu dayanya hingga mengenai dirinya sendiri, jadikanlah kebinasaannya dalam pengaturannya, dan hindarkan kami dari keburukannya, karena sesungguhnya Engkau Maha Mampu atas segala sesuatu.

Wahai hamba Allah,

(إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ* وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلا تَنقُضُوا الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمْ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ)

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran.Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah(kalian) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksi kalian (terhadap sumpah-sumpah kalian itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.”(An- Nahl: 90-91)

Ingatlah Allah niscaya Dia akan selalu mengingat kalian, syukurilah semua nikmat-Nya niscaya Dia akan menambahkannya, dan sungguh mengingat Allah itu lebih besar. Dan Allah mengetahui semua perbuatan kalian.

[Sumber: http://alfawzan.af.org.sa/node/13348]

Subscribe

Ikuti terus manfaat di Alfawzan.Net dengan berlangganan artikel via email dibawah ini. Jangan lupa cek email Anda untuk menyetujui layanan ini.