24 Dhu al-Qidah 1438 :: 16 August 2017

Berpegang Teguhlah dengan Islam

Diposting : 28 Safar 1436 H / View : 2139x Tags: ,

Berpegang Teguhlah dengan IslamKhutbah Pertama:

Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan kita dengan Islam, apabila kita mencari kemuliaan dengan selain Islam maka Allah pasti akan menghinakan kita. Dan saya bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak diibadahi dengan hak selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya dalam rububiyyah, uluhiyyah dan pada nama serta sifat-sifat-Nya. Dan tidaklah Kita beribadah kecuali hanya pada-Nya. Dan saya bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya serta pilihan-Nya.

Semoga shalawat dari Allah untuknya dan keluarga serta para shahabatnya juga kepada seluruh yang berloyalitas kepada beliau dengan salam yang banyak.

Wahai sekalian manusia,

اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah (dengan) sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” [Âli Imr­­­­­­­ân: 102]

Dan juga Allah Subhânahu wa Ta’âlâ telah berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمْ الإِسْلامَ دِيناً

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu sebagai agama bagi kalian.” [Al-Mâ`idah: 3]

مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ

“(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian (sebagai) orang-orang Muslim.” [Al-Hajj: 78]

Maka, berpegang teguhlah kalian dengannya dan berserah dirilah dengan agama nabi-Nya yang membenarkan risalah sebelumnya dengan kitab yang dibawa, dan sebagai tolak ukur terhadapnya, sebagai pembenaran terhadap saudaranya dari para nabi dan rasul. Inilah agama Allah yang tidaklah diterima dari seorangpun selain beragama dengannya. Maka kenalilah hakikatnya dan berpegang teguhlah dengan hukum-hukumnya, pelajarilah syari’atnya, sebab dialah agama yang telah menyatukan (bangsa) arab dan non arab di bawah benderanya sehingga merekapun menjadi saudara yang saling mencintai.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” [Al-Hujurât: 13]

Allah Jalla wa ‘Alâ berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah (dengan) sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” [Âli Imrân: 102]

Ayat ini pernah menjadi sebuah permasalahan di kalangan para shahabat radhiyallâhu’anhum. Mereka berkata, “Siapa yang mampu untuk bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya? Karena hak Allah sangatlah besar!”. Maka turunlah ayat,

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Maka bertakwalah kalian kepada Allah menurut kesanggupan kalian.” [At-Taghâbun: 16]

Sehingga barangsiapa yang bertakwa kepada Allah dengan sesuai kemampuannya, maka ia telah bertakwa dengan sebenar-benarnya. Dan Allah itu Maha Pemaaf terhadap perkara yang diluar kemampuan seorang hamba dan tidaklah Ia memaksanya.

لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” [Al-Baqarah: 286]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah (dengan) sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” [Âli Imrân: 102]

Sebab, amalan-amalan itu ditentukan pada penutupnya. Barangsiapa yang wafat dalam keadaan beragama Islam, ia selamat serta beruntung di sisi Allah Subhânahu wa Ta’âlâ, dan barangsiapa yang wafat dalam keadaan selain beragama Islam, maka ia termasuk golongan yang merugi dan binasa, tidak perduli dari nasab dan tempatnya, suku dan negerinya, (namun) yang diperhatikan adalah ketakwaannya.

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kalian.” [Al-Hujurât: 13]

(Demikian pula) pada firman-Nya,

وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” [Âli Imrân: 102]

Di sini terdapat dorongan untuk berpegang teguh terhadap agama Islam hingga wafat, sepanjang waktu, sejak seorang manusia berusia baligh hingga ia wafat, (hendaknya dia) berpegang teguh dengan agama Islam. Sebab ia tidak tahu kapan kematian (itu) datang padanya. Jika kematian datang saat ia melepaskan (agama) Islam, iapun pasti menjadi penghuni neraka. Dan apabila ia berpegang teguh dengan Islam lalu datang padanya kematian dalam keadaan ia berpegang teguh dengan Islam, ia pasti menjadi penghuni surga.

Karena itulah seorang mayat itu akan diuji tatkala telah diletakkan di kuburnya. Datang padanya dua malaikat yang akan mendudukannya dan mengembalikan ruh ke tubuhnya hingga keduanya pun mendudukannya dan berkata, “Siapa Rabbmu? Apa Agamamu? dan Siapa Nabimu?” Maka seorang muslim akan menjawab, “Rabbku adalah Allah, agamaku Islam dan nabiku adalah Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Dan seorang yang munafik serta ragu, ia akan gagap dalam menjawab dan berkata, “Ha, ha, saya tidak tahu. Saya hanya mendengar manusia berkata demikian maka sayapun (ikut) mengucapkan seperti itu!” Maka kedua malaikat tadi berkata, “Kamu tidak tahu dan juga tidak membaca.” Akhirnya iapun dipukul dengan alat pukul dari besi yang membuatnya berteriak kesakitan dengan teriakan yang terdengar oleh segala sesuatu kecuali dua makhluk (yaitu) jin dan manusia.

Sehingga tidak (ada) keselamatan baik di dunia maupun di akhirat kecuali dengan Islam. Di dunia ia akan selamat dari kekufuran dan kesyirikan, selamat dari fitnah-fitnah dan perkara-perkara baru dalam agama, serta ia juga akan selamat dengan Islam tersebut dari pemikiran yang menyimpang. Dan kelak di akhirat ia akan selamat dengan Islam tersebut dari api neraka dan ia pun masuk ke dalam surga dengan hal tersebut. Inilah kebahagiaan atau kesengsaraan yang kekal abadi. Maka tidak ada keselamatan di dunia dan akhirat kecuali dengan Islam.

Akan tetapi wajib bagi kita untuk mengenal apa itu Islam? Setiap kita mengklaim, “Saya Muslim”, namun haruslah bagi kita pertama kali untuk mengetahui apa itu Islam? Kemudian kita pun mengamalkannya, tidak cukup hanya mempelajari, tidak pula sekadar pengakuan, juga tidak hanya dengan penyandaran diri semata. Tidak cukup dengan hanya pengetahuan semata namun harus juga dengan mengetahui hakikatnya serta beramal.

Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan bertauhid, sehingga orang yang melakukan kesyirikan dan kekufuran bukanlah seorang muslim sama sekali. Walaupun mengaku dirinya sebagai seorang muslim, seperti yang terjadi pada orang-orang yang beribadah mengagungkan kuburan. Mereka itu yang berucap dengan, “Lâ Ilaha Illallâh, Kami adalah kaum muslimin”, namun mereka juga berdo’a dengan berkata, “Wahai Ali, wahai Husain, wahai Abdul Qadir, wahai Badawiy… wahai Fulan, wahai Fulan”, mereka menyeru kepada selain Allah.

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ

“Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan. Dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada Kami di sisi Allah.’” [Yûnus: 18]

Mereka menyebut perbuatan kesyirikan dengan tawassul dan mencari syafa’at, padahal itu adalah kesyirikan walaupun dengan mengubah namanya. Itu tetaplah perbuatan kesyirikan dan tidaklah berubah hakikatnya dengan perubahan nama dan istilah, maka itu tetap perbuatan kesyirikan.

Maka wajib bagi seorang muslim untuk mengenal agamanya dan berpegang teguh dengan agamanya serta memohon kepada Allah agar diberikan keteguhan di atas agamanya hingga wafat dalam keadaan beragama Islam. Dalam hadits dijelaskan, “Sesungguhnya ada seorang hamba yang beramal dengan amalan penghuni surga hingga seakan-akan antara dirinya dengan surga itu hanya berjarak sehasta, namun catatan takdir telah mendahuluinya, iapun ternyata beramal dengan amalan ahli neraka sehingga ia pun masuk ke dalam neraka, dan sesungguhnya ada seorang hamba yang beramal dengan amalan punghuni neraka hingga seakan-akan antara dirinya dengan neraka itu hanya berjarak sehasta, namun catatan takdir telah mendahuluinya, ia pun ternyata beramal dengan amalan ahli surga sehingga iapun masuk ke dalam Surga”. Kita memohon kepada Allah agar diberi husnul khatimah (penutup usia yang baik; -penj.).

Maka bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah, berpegang teguhlah dengan agama ini, agama Islam yang dibawa oleh Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam, agama Islam yang Allah telah menyatukan dengannya hati orang arab dengan non arab, antara kulit putih dan kulit hitam, yang menyatukan antara Salman dan ‘Ammâr, Bilal dan Shuhaib, dan antara Abu Bakr Ash-Shiddiq dan Umar bin Khaththâb, dan Utsman bin Affân, Ali bin Abi Thalib dan seluruh shahabat lainnya, sehingga menjadikan mereka semua sebagai saudara yang saling mencintai dalam keislaman. Karena itulah Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman kepada Nabi-Nya shallallâhu ‘alaihi wa sallam,

هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ

“Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin.” [Al-Anfâl: 62]

Yaitu, Allah Subhânahu wa Ta’âlâ (yang memberi pertolongan; -penj.).

هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin, dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Al-Anfâl: 62-63]

Jika pandangan kita tertuju ke Masjidil Haram, orang-orang yang shalat di dalamnya di setiap waktu, maka akan terlihat kulit putih, merah, dan hitam orang Arab dan non-Arab yang beraneka ragam jenisnya. Siapakah yang telah mengumpulkan mereka? Jawabannya, agama Islam.

Wahai hamba Allah, inilah agama yang telah mengumpulkan dan menyatukan mereka, dan membuat mereka bershaf-shaf, satu bersampingan dengan yang lainnya, tanpa ada perbedaan antara orang Arab dan non-Arab, antara kulit putih dan kulit hitam dan juga kulit merah, yang membedakan adalah ketakwaan.

Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah, berpegang teguhlah dengan agama kalian agar kalian wafat di atasnya dan dibangkitkan di atasnya hingga kalianpun masuk ke dalam Surga dengannya. Janganlah kalian bermudah-mudahan dalam agama kalian, karena fitnah-fitnah yang terjadi pada saat ini sangatlah keras, dan perkara-perkara yang membuat seseorang berpaling dari Islam sangatlah banyak, penyeru kesesatan dari segala sisi menginginkan agar kalian keluar dari kaum muslimin. Pertama kali mereka menghalang-halangi, jika tidak mampu menghalangi mereka maka merekapun mengeluarkan mereka darinya setelah mereka masuk ke dalam Islam.

Maka bertakwalah kalian kepada Allah, wahai hamba Allah, semangatlah kalian terhadap agama kalian, jauhilah fitnah-fitnah baik yang tampak ataupun tidak, Saya berlindung kepada Allah dari Syaithan yang terkutuk.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Dan berpeganglah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian, ketika kalian dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati-hati kalian, lalu menjadilah kalian karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara. Dan kalian telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada lian, agar kalian mendapat petunjuk. Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung. Dan janganlah kalian menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. mereka Itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat. [Âli Imrân: 102-105]

(Berikut Doa Penutup Khuthbah Pertama)

بارك الله ولكم في القرآن العظيم ونفعنا بما فيه من البيان والذكر الحكيم، أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين من كل ذنب فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

Semoga Allah memberkahi kalian dengan Al-Quran yang mulia, dan memberi manfaat kepada kita dari segala yang ada padanya berupa penjelasan dan peringatan yang penuh dengan hikmah, demikian yang saya sampaikan. Dan Saya memohon ampunan kepada Allah untukku dan untuk seluruh kaum muslimin dari segala dosa, maka mohonlah ampunan kepada-Nya, sesungguhnya Dialah Dzat yang Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.

Khuthbah Kedua:

الحمد لله على فضله وإحسانه، وأشكره على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه، وسلم تسليماً كثيرا.  أما بعد:

Segala puji bagi Allah dengan keutamaan dan kebaikan-Nya, dan saya bersyukur atas taufik dan segala nikmat dari-Nya, saya bersaksi bahwasanya tiada yang berhak diibadahi selain Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, dan juga saya bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga shalawat dari Allah untuknya dan untuk keluarga serta para shahabatnya, beserta salam yang banyak.

Wahai sekalian manusia, bertakwalah kalian kepada Allah Ta’âlâ, jauhilah fitnah-fitnah yang telah memalingkan kalian dari agama kalian, fitnah-fitnah pada saat ini sangatlah dahsyat, dan para penyeru kesesatan dari dalam dan dari luar sangatlah banyak, mereka senantiasa tiada henti bersungguh-sungguh siang dan malam untuk menghalangi  dari agama ini dan mengeluarkan kaum muslimin dari agamanya. Dan sungguh upaya mereka ini, dari perkara-perkara baru yang Allah jadikan sebagai ujian, telah menjangkau manusia hingga ke rumah-rumah mereka, kicauan-kicauan dari perkara-perkara yang baru lagi halus menjadi wasilah penghubung yang mengumpulkan manusia sebagaimana mereka beri nama dengan internet dengan segala yang tersebar di dalamnya sampai juga ke tangan, mulai dari yang kecil hingga dewasa, pria dan wanita, masuk ke rumah-rumah hingga ruangan yang paling dalam di rumah tersebar di sana berbagai kesesatan dan segala kejelekan, segala pemikiran yang menyimpang yang telah mengubah banyak manusia dari agamanya, mengubah hati mereka, kita memohon penjagaan kepada Allah.

Maka wajib bagi kalian untuk waspada terhadap wasilah ini dan juga dari orang-orangnya, dan dari segala yang tersebar padanya, jagalah anak-anak kalian, putra dan putri kalian, istri-istri kalian dan seluruh wanita kalian dari fitnah-fitnah ini semampu kalian. Ingatkanlah mereka dari bahayanya, jelaskan kepada mereka dari segala perkara yang membahayakan yang ada padanya, ingatkan mereka jangan mudah membenarkan segala berita yang tersebar darinya, dan jangan tertipu dari segala yang tersebar dan menyebar darinya, karena wasilah ini adalah racun yang membunuhnya, kita memohon penjagaan kepada Allah.

Maka wajib bagi kalian untuk wasapada dan memberikan peringatan, karena perkara-perkara yang bisa menyimpangkan serta fitnah-fitnah sangatlah banyak. Sebagaimana sabda Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya itu adalah fitnah yang bagaikan potongan-potongan malam yang gelap, ada seorang yang masuk di waktu pagi dalam keadaan beriman namun sorenya ia menjadi kafir, dan ada seorang yang masuk di waktu sore ia beriman namun pada pagi harinya ia menjadi kafir, karena ia menjual agamanya untuk secuil bagian dari dunia.”

Sesungguhnya fitnah-fitnah sangatlah dahsyat, wahai hamba Allah, lebih dasyhat dari sebelumnya. Pada saat ini kewaspadaan harus lebih besar dari sebelumnya, maka jangalah kalian tertipu dengannya dan dengan segala yang tersebar darinya, dan juga janganlah kalian dengarkan ucapan-ucapan musuh-musuh kalian itu karena mereka tidaklah menginginkan kecuali kejelekan.

وَلا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kalian sampai mereka (dapat) mengembalikan kalian dari agama kalian (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kalian dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. [Al-Baqarah: 217]

Kita mohon kepada Allah akan kemaafan dan penjagaan serta perlindungan selamanya, kita memohon pada-Nya untuk menolong agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya dan agar menjaga wali-wali-Nya, dan membinasakan para musuh-musuh-Nya, sesungguhnya Dia-lah yang maha Mampu atas segala sesuatu.

(Berikut Doa Penutup Khutbah)

اللَّهُمَّ أعز الإسلام والمسلمين، وأذل الشرك والمشركين، ودمر أعداء الدين، وجعل هذا البلد أمنا مستقرا وسائر بلاد المسلمين عامة يا رب العالمين، اللَّهُمَّ أصلح ولادة أمورنا وجعلهم هداة مهتدين غير ضالين ولا مظلين، اللَّهُمَّ أبعد عنهم دعاة السوء وضلال والمفسدين يا رب العالمين، اللَّهُمَّ أنصر دينك وكتابك وسنة نبيك وعبادك المؤمنين، اللَّهُمَّ أنصر من نصر الدين وخذل من خذل الدين، وحفظ بلاد المسلمين من كل سوء ومكروه، ومن كل شر وفتنة، ومن كل بلاء ومحنة يا حيٌّ يا قيوم يا قريب يا مجيب يا سميع الدعاء، اللَّهُمَّ أحفظ هذه البلاد بلاد الحرمين الشريفين من كل سوء ومكروه، وحفظ سائر بلاد المسلمين عامة يا رب العالمين، ودمر أعداء الدين من اليهود والنصارى والمنافقين والمشركين وسائر الكفرة إنك على كل شيء قدير.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin, hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin, dan binasakanlah musuh-musuh agama. Jadikanlah negeri ini aman sentosa dan juga seluruh negeri kaum muslimin lainnya seluruhnya, wahai Rabb alam semesta.

Ya Allah, perbaikilah pimpinan kami, jadikanlah mereka sebagai pembimbing dari kalangan orang-orang yang terbimbing bukan orang-orang yang sesat dan menyimpang.

Ya Allah, jauhkanlah mereka dari para da’i-da’i yang jelek dan sesat lagi merusak, wahai Rabb alam semesta.

Ya Allah, tolonglah agama-Mu, kitab-Mu dan Sunnah nabi-Mu serta para hamba-Mu kaum mukminin.

Ya Allah, tolonglah setiap yang menolong agama ini, dan hinakanlah setiap yang menghinakan agama ini, serta jagalah negeri kaum muslimin dari segala kejelekan dan yang dibenci serta dari segala kejelekan dan fitnah, dari segala musibah dan cobaan, wahai Engkau yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, wahai Engkau yang Maha dekat, wahai Engkau yang Maha Mengambulkan lagi Maha Mendengar do’a.

Ya Allah, jagalah negeri ini, negeri dua haram yang mulia (mekkah dan madinah; -penj.) dari segala kejelekan dan perkara yang dibenci, dan juga jagalah seluruh negeri kaum muslimin secara umum wahai Rabb alam semesta, binasakanlah musuh-musuh agama ini dari kalangan Yahudi dan Nashrani serta kaum munafik dan musyrikin, dan seluruh kekufuran, sesungguhnya Engkau Maha Mampu atas segala sesuatu.

(Penutup)

عبادَ الله، (إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ* وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلا تَنقُضُوا الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمْ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ)، فاذكروا الله يذكركم، واشكُروه على نعمه يزِدْكم، ولذِكْرُ الله أكبرَ، والله يعلمُ ما تصنعون.

Wahai hamba Allah,

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلا تَنْقُضُوا الأيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلا إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran. Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kalian berjanji dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kalian) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kalian telah menjadikan Allah sebagai saksi kalian (terhadap sumpah-sumpah kalian itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kalian perbuat.” [An-Nahl: 90-91]

Maka ingatlah Allah, Ia-pun mengingat kalian, bersyukurlah kepada-Nya atas segala nikmat-Nya, Ia-pun akan menambah untuk kalian, dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

خطبة الجمعة 20-05-1435هـ

Khutbah Jum’at, 20 – 05 – 1435 H

http://www.alfawzan.af.org.sa/node/15156

Subscribe

Ikuti terus manfaat di Alfawzan.Net dengan berlangganan artikel via email dibawah ini. Jangan lupa cek email Anda untuk menyetujui layanan ini.