2 Safar 1439 :: 22 October 2017

Umat Islam Tidak akan Bersatu di Atas Kebatilan

Diposting : 05 Rabiul Awal 1436 H / View : 4229x Tags: , ,

Umat Islam Bersatu di Atas KebatilanSoal:

Ada yang bertanya –wahai syaikh semoga Allah menjaga anda, Saya mempersaksikan kepada Allah atas kecintaanku kepada anda karena-Nya.-

Wahai Syaikh, apakah mungkin jamaah kaum muslimin berkumpul di atas kebatilan? Dan bagaimana kita mengkompromikan antara sabda Nabi shallallâhu alaihi wa sallam, “Tangan Allah bersama Jamaah, dan barangsiapa menyimpang, akan menyimpang ke neraka”, dengan firman Allah Ta’âlâ,

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الأرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” [Al-An’âm: 116]

Dan apakah di zaman ini ada di tengah kaum muslimin itu jamaah?

Jawab:

Ya. Kaum muslimin, mereka semua adalah suatu jamaah sepanjang zaman –segala puji bagi Allah-, akan tetapi terkadang berkurang dan terkadang bertambah. Jamaah itu bisa berkurang dan bisa bertambah banyak, inilah yang diwasiatkan Nabi shallallâhu alaihi wa sallam, dalam sabdanya, “Sesungguhnya tangan Allah bersama dengan jamaah.” Jamaah yang berada di atas kebenaran, dan bukanlah artinya jumlah yang banyak. Jamaah walaupun jumlahnya sedikit namun di atas kebenaran, maka mereka itulah jamaah. Walaupun mereka hanya dua atau tiga orang, bahkan walaupun hanya satu orang saja, tapi di atas kebenaran maka ia dikatakan sebagai jamaah yang diikuti. Inilah makna dari sabda Nabi shallallâhu alaihi wa sallam, “Sesungguhnya tangan Allah itu bersama dengan jamaah.” Maksudnya orang-orang yang berada di atas kebenaran, merekalah jamaah walaupun jumlahnya sedikit,

Adapun mereka yang berada di atas kebatilan kesesatan, mereka bukanlah jamaah, walaupun mereka jumlahnya banyak.

Perkara ini selayaknya diketahui, ukurannya adalah kebenaran. Adapun ijma’, maka umat ini tidaklah pernah ijma’ di dalam kesesatan –segala puji bagi Allah-, tidak akan berkumpul umat dalam kesesatan. Hal ini berdasarkan hadits, “Tidaklah berkumpul umatku dalam kesesatan,” yakni umat Islam, umat kebenaran, tidak termasuk umat yang tercampur baur (para pelaku kesesatan dan non muslim; penj.), yang diinginkan adalah ahlul haq (orang-orang yang berada di atas kebenaran) itu tidaklah akan berkumpul dalam kesesatan, ahlul haq tidaklah berkumpul dalam kesesatan. Adapun ahlul batil (orang-orang yang berada di atas kebatilan) mereka berkumpul dalam kesesatan.

Ketentuannya adalah persatuan di atas kebenaran itulah jamaah, merekalah yang tidak akan pernah berkumpul dalam kesesatan.

Sumber : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/2379

Subscribe

Ikuti terus manfaat di Alfawzan.Net dengan berlangganan artikel via email dibawah ini. Jangan lupa cek email Anda untuk menyetujui layanan ini.