1 Rabi II 1439 :: 19 December 2017

Tentang Perkara yang Merusak Makna Zuhud

Diposting : 01 Rabiul Awal 1436 H / View : 2677x Tags:

Tentang Perkara yang Merusak Makna ZuhudSoal:

Wahai Fadhilatusy-Syaikh, apakah seorang yang berindah-indah dan mengenakan pakaian kebanggaan dan juga mengenakan parfum (parfum kebanggaan) itu semua merusak makna zuhud?

Jawab:

Seorang itu hendaknya berperilaku pertengahan, jika Allah memberinya nikmat, maka hendaknya ia pertengahan dalam menggunakannya, pada pakaiannya, wewangian dan kendaraan. Dan janganlah ia berpenampilan seperti orang-orang yang fakir sehingga ia pun berarti menolak nikmat Allah yang ada pada dirinya. Hendaknya ia pertengahan dalam urusannya, sebaik-baik perkara adalah yang pertengahannya, antara sifat bakhil dan sifat pemborosan.

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir.” [Al-Furqân: 67]

Pertengahan, antara berlebih-lebihan dan bakhil (kikir) serta pemborosan.

http://www.alfawzan.af.org.sa/node/2363

Subscribe

Ikuti terus manfaat di Alfawzan.Net dengan berlangganan artikel via email dibawah ini. Jangan lupa cek email Anda untuk menyetujui layanan ini.