3 Shawwal 1438 :: 27 June 2017

Hukum Memakan Babi Laut dan Anjing Laut

Diposting : 19 Muharram 1436 H / View : 4027x Tags: ,

Hukum Memakan Babi Laut dan Anjing LautSoal:

Semoga Allah memberikan kebaikan-Nya kepada Anda, wahai sesepuh Kami, ada seorang penanya bertanya, “Pada firman Allah Ta’âlâ,

أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ

Dihalalkan bagi kalian binatang buruan laut.” [Al-Mâ`idah: 98]

Apakah ayat ini mencakup juga babi laut dan anjing laut?

 

Jawab:

Segala yang tidak bisa hidup kecuali hanya di laut, maka itu semua termasuk dalam lafazh, صَيْدُ الْبَحْرِ (binatang buruan laut). Sebab, tidak ada dalil pengecualian.

Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa buaya dan ular (ular laut; -penj.) itu tidak boleh dimakan. Tetapi pendapat ini tidak ada dalilnya.

Allah Jalla Wa ‘Alâ menjelaskan secara umum pada firman-Nya,

أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ

Dihalalkan bagi kalian binatang buruan laut.” [Al-Mâ`idah: 98]

 

Dan dikatakan “hewan buruan laut” adalah hewan yang tidak bisa hidup kecuali di laut.

Terkait dengan buaya, ia hidup di daratan dan di lautan, sehingga didahulukan pelarangannya.

Adapun segala (binatang) yang tidaklah bisa hidup selain hanya di laut saja, maka hukumnya halal tanpa terkecuali.

 

[Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/2538]

Subscribe

Ikuti terus manfaat di Alfawzan.Net dengan berlangganan artikel via email dibawah ini. Jangan lupa cek email Anda untuk menyetujui layanan ini.